fbpx

Waktu Terbaik Sholat Dhuha Berdasarkan Sunnah Rasulullah Saw

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Selama ada dalam batas awal dan akhir waktu, sholat dhuha itu baik. Namun, terdapat keutamaan lebuh bagi yang mengerjakannya pada waktu terbaik.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Sholat dhuha merupakan salah satu sunnah yang utama. Jika Anda mengerjakannya pada waktu terbaik sholat dhuha, tentu akan lebih lebih afdhol.

Anjurannya sudah jelas dalam sabda Rasulullah Saw:

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَا ابْنَ آدَمَ لاَ تَعْجِزْ عَنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَكْفِكَ آخِرَهُ

“Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat raka’at shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang” (HR. Tirmidzi)

Namun, kapan sebaiknya Anda mengamalkannya? Jam berapa waktu terbaiknya?

Waktu Sholat Dhuha

Waktu sholat dhuha sesuai sunnah Rasul Saw sebenarnya cukup panjang. Berdasarkan hadits dan penjelasan para ulama, sholat ini memiliki batas awal dan batas akhir. 

Selama Anda melakukannya di antara waktu tersebut, Anda akan tetap mendapatkan keutamaannya.

1. Batas Awal

Mengenai batas awal, Anda dapat memulainya sejak matahari terbit. Nabi Saw menunjukkannya dalam hadits berikut ini:

صَلِّ صَلاَةَ الصُّبْحِ ثُمَّ أَقْصِرْ عَنِ الصَّلاَةِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ حَتَّى تَرْتَفِعَ فَإِنَّهَا تَطْلُعُ حِينَ تَطْلُعُ بَيْنَ قَرْنَىْ شَيْطَانٍ وَحِينَئِذٍ يَسْجُدُ لَهَا الْكُفَّارُ

“Kerjakan shalat shubuh kemudian tinggalkan shalat hingga matahari terbit, sampai matahari meninggi. Ketika matahari terbit, ia terbit di antara dua tanduk setan, saat itu orang-orang kafir sedang bersujud.” (HR. Muslim)

Namun, para ulama bersepakat bahwa yang dimaksud matahari terbit bukan saat matahari benar-benar baru terbit (waktu syuruq), melainkan ketika matahari sudah mulai melewati ketinggian satu tumbak.

Dengan kata lain, sudah melewati batas waktu haram sholat dhuha yakni setelah subuh hingga selepas syuruq.

Syekh Wahbah Az-Zuhaili menjelaskan bahwa yang dimaksud 1 tumbak kira-kira 15-20 menit. Jadi, jika waktu syuruq adalah pukul 05.45, maka Anda bisa mulai shalat dhuha pada pukul 06.00-06.05.

2. Batas Akhir

Waktu sholat dhuha cukup panjang. Anda bisa melakukannya hingga batas akhir waktu. 

Para ulama bersepakat, bahwa sholat ini tak bisa Anda amalkan lagi ketika matahari sudah tergelincir ke arah barat (atau melewati waktu zawal). Zawal sendiri bisa Anda samakan dengan waktu dzuhur. 

Batas waktu ini dijelaskan juga dalam Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah:

ما بين ارتفاع الشمس إلى زوالها

”Waktu ketika matahari mulai meninggi sampai datangnya zawal (tergelincirnya matahari)”

Kapan Waktu Terbaik Sholat Dhuha?

Pada prinsipnya, mengamalkan sholat dhuha di waktu manapun, insya Allah baik dan mengundang kebaikan. 

Hanya saja, terdapat sebuah hadits yang menjelaskan bahwa waktu terbaik adalah saat panas matahari mulai terik. Jika mengacu pada hitungan waktu modern, waktunya kira-kira sekitar pukul 9.

Dasarnya adalah hadits yang diriwayatkan langsung oleh Zaid bin Arqam, yang menyampaikan sabda Nabi Saw berikut: 

صلاةُ الأوَّابِين إذا رَمِضَتِ الفصالُ من الضُّ

 “Shalat awwabin (dhuha) hendaknya dikerjakan ketika anak unta merasakan terik matahari” (HR. Muslim)

Mengenai alasannya, sebagian ulama memandang bahwa pada waktu tersebut orang-orang biasanya sibuk bekerja. Jadi, betapa terpujinya orang yang tetap mengingat Allah SWT dengan sholat di tengah kesibukannya.

Namun, hal itu tak berarti sholat di waktu berbeda tidak memiliki keutamaan. Dalam hadits yang lain, Nabi Saw juga memuji umatnya yang melakukan sholat isyraq atau sholat dhuha pada awal waktu.

Dalam hadits, Beliau bersabda:

صلَّى الغداةَ في جماعةٍ ثم قعد يذكرُ اللهَ حتى تطلعَ الشمسُ ثم صلَّى ركعتيْنِ كانت لهُ كأجرِ حجَّةٍ وعمرةٍ . قال : قال رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ : تَامَّةٍ ، تَامَّةٍ ، تَامَّةٍ

“Seseorang yang shalat subuh secara berjamaah, lalu ia duduk berdzikir kepada Allah sampai matahari terbit. Kemudian ia shalat dua raka’at, maka pahala yang didapatkan seperti haji dan umrah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: sempurna, sempurna, sempurna” (HR. Tirmidzi)

Kesimpulan

Jika memungkinkan, memang sangat afdol jika Anda melakukan sholat sunnah ini pada waktu terbaiknya.

Namun faktanya, sebagian dari Anda mungkin tak bisa mengamalkannya karena terhalang aturan perusahaan atau pabrik tempat Anda bekerja.

Jika itu yang terjadi, Anda tak perlu berkecil hati. Melakukannya 15-20 menit selepas syuruq atau sholat dhuha jam 7 pagi sebelum berangkat kerja insya juga tak mengapa. Meski bukan waktu terbaik sholat dhuha, insya Allah kebaikannya tetap ada! 

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Artikel Terkait:

Berlanggaan Gratis!

Dapatkan pemberitahuan artikel menarik dari Supergoat, dengan berlangganan newsletter dibawah ini. Terimakasih :)

Tinggalkan komentar

Ingin Jadi Mitra Kami?

Isi form ini dan kami akan menghubungi Anda.

Pastikan data di atas sudah benar, setelah klik Join Mitra, Anda akan dibawa ke chat WA admin, silakan lanjutkan klik kirim dan jangan hapus pesan.

Form Pemesanan Supergoat

Penting!! Pastikan data di atas sudah benar, setelah klik Pesan Supergoat, Anda akan dibawa ke chat WA admin, silakan lanjutkan klik kirim dan jangan hapus pesan.