fbpx

Begini Cara Mengatasi 5 Masalah Kesehatan yang Sering Muncul di Usia 30 Tahun

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Mulai usia 30 tahun, metabolisme tubuh akan menurun sebesar 10% tiap 10 tahun. Berbagai masalah kesehatan pun muncul. Bagaimana mengatasinya?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Anda sudah memasuki usia 30 tahun?

Selamat! Kemungkinan Anda sudah mulai mapan secara ekonomi.

Sayangnya, meski jiwa muda masih menggelora, tetapi dari segi kebugaran sudah mulai menunjukkan penurunan performa.

Buktinya, kebanyakan atlet mulai terlihat sulit bersaing setelah masuk usia 30-an.

Meskipun Anda mungkin bukan atlet, Anda pasti sedikit banyak merasakannya.

Namun, Anda tidak perlu khawatir. Berikut adalah cara untuk menjaga kesehatan tetap prima di usia 30 tahun.

1. Perut Buncit Hilang dengan Diet Seimbang

Perut buncit alias obesitas sentral adalah jenis kegemukan di mana banyak lemak menumpuk di area sekitar perut.

Kriterianya adalah jika lingkar perut lebih dari 90 cm (laki-laki) atau 80 cm (perempuan).

Belakangan ini, obesitas sentral semakin meningkat kejadiannya.

obesitas sentral

Dan, semua itu makin besar risikonya setelah usia 30 tahun.

Kok bisa?

Karena, di usia ini orang masih banyak yang belum sadar bahwa metabolismenya sudah menurun sebesar 10%.

Dan, akan terus turun 10% per tahun seiring berjalannya waktu.

Di sisi lain, seringkali pola makan yang masih tidak berubah dari saat masa pertumbuhan menjadi penyebab lain obesitas.

Akibatnya, tubuh menyimpan lebih banyak kalori yang tidak terpakai dalam bentuk lemak.

Mungkin sekadar gemuk saja tidak masalah.

Sayangnya, kegemukan dapat mengundang masalah kesehatan lainnya, pun berdampak kurang bagus bagi penampilan seseorang.

Maka dari itu, menjaga postur dan berat badan dalam kondisi ideal adalah wajib.

Untuk menjaga berat badan Anda agar senantiasa ideal, mengikuti cara diet sehat merupakan langkah pertama yang sebaiknya Anda terapkan sejak dini.

2. Hipertensi Mereda dengan Terapi Mandiri

Hipertensi adalah masalah kesehatan lainnya yang sering menyertai obesitas.

Sayangnya, 22 dari 100 orang yang menderita hipertensi tidak menyadari kalau tidak diukur langsung oleh tenaga kesehatan.

Perbandingan Penderita Hipertensi

Padahal, muara dari hipertensi adalah gagal jantung, stroke, dan gagal ginjal yang mengancam nyawa.

Sedangkan, langkah pencegahannya cukup mudah jika memahami bagaimana cara kerja siklus tekanan darah.

Pengaturan tekanan darah adalah hasil dari kesetimbangan antara keluaran dari jantung dengan tahanan pembuluh darah.

Artinya, semakin sempit pembuluh darah, semakin tinggi tekanan darah. 

Demikian pula sebaliknya.

Alur Faktor Penyebab Naik Turunnya Tekanan Darah

Dari diagram di atas, paling tidak ada 3 hal yang mempengaruhi hipertensi yang bisa Anda kontrol:

  1. asupan garam natrium,
  2. tingkat stres, dan
  3. obesitas (berat badan).

Dari sini, Anda bisa melakukan pencegahan atau terapi hipertensi mandiri, seperti:

  1. Kurangi konsumsi makanan asin. Jika perlu tambahan nutrisi, susu kambing Etawa Supergoat yang rendah natrium dan kaya kalium cocok jadi pilihan.
  2. Atur stres. Gunakan meditasi Islami yang banyak mengandung manfaat bagi kesehatan psikis.
  3. Jaga berat badan ideal.

Ingat, usia 30 tahun merupakan usia di mana Anda rentan terbebani dengan urusan beban bisnis atau pekerjaan.

Sehingga, sangat potensial untuk menyebabkan stres.

Untuk itu, menerapkan pola makan seimbang dan menjaga supaya pikiran tetap tenang menjadi kunci sehat dan bahagia di usia 30-an.

3. Kalsium + Vitamin D = Formula Atasi Osteoporosis

Sederhananya, osteoporosis adalah kondisi di mana tulang menjadi keropos dan mudah patah.

Sebabnya, karena kandungan kalsium di dalam tulang berkurang.

Padahal, kalsium adalah unsur yang menyusun tulang, membuat tulang keras dan kuat.

Jika hipertensi sering disebut silent killer, maka osteoporosis sering disebut silent epidemic.

Karena, seringkali penyakit ini tidak ada gejala selama bertahun-tahun sampai tiba-tiba terjadi patah tulang pertama.

Proses Terjadinya Osteoporosis

Sementara itu, otot dan jantung juga membutuhkan kalsium untuk terus bekerja.

Jika kalsium di darah kurang, tubuh akan membongkar kalsium dari tulang.

Akibatnya, proses pengeroposan tulang pun dimulai.

Proses Pengeroposan Tulang

Sebaliknya, jika pasokan kalsium di darah banyak, tubuh akan menyimpan kelebihannya di tulang.

Karena itu, orang dewasa usia 30-an tahun sedikitnya butuh 1.000 mg kalsium setiap harinya.

Sayangnya, penyerapan kalsium semakin berkurang seiring bertambahnya usia.

Terutama, karena defisiensi vitamin D yang juga menurun.

Untungnya, susu kambing Supergoat memiliki kandungan kalsium tinggi sekaligus vitamin D yang membantu penyerapan nutrisi tersebut ke dalam tulang.

Komponen Mineral pada Susu Kambing Ewata dan Susu Sapi

Selain itu, tubuh lebih mudah menyerap kalsium dari susu kambing daripada sumber lain.

Makanya, susu kambing Supergoat sangat bermanfaat untuk membantu menjaga kesehatan tubuh serta menghindari masalah kesehatan usia 30-an.

4. Kontrol Diabetes dengan Insulin Alami

Diabetes juga sering menjadi muara dari obesitas.

Tingkat Koneksi Obesitas dan Diabetes

Maka dari itu, di usia 30-an, banyak ahli yang menyarankan untuk mulai mengurangi konsumsi gula dan minuman manis.

Alasannya, karena 90-95% jenis diabetes yang muncul di usia ini merupakan jenis diabetes tipe 2.

Yaitu jenis diabetes akibat sel tubuh tidak bisa merespon rangsangan insulin untuk menyerap glukosa.

Diabetes tipe ini sering terjadi karena kebiasan konsumsi gula berlebihan.

Padahal, tingkat penggunaan glukosa kurang optimal karena aktifitas fisik yang minim.

Akhirnya, lama-kelamaan sel pun “bosan” dan mengalami resistensi terhadap insulin.

Kabar baiknya, susu kambing memiliki insulin immunoreactivity yang setara pada manusia, yakni sebesar 200 pg/mL.

Selain itu, peptida bioaktif dari hidrolisat kasein susu kambing juga terbukti memperbaiki resistensi insulin pada sel.

Karena itu, untuk melengkapi nutrisi penting yang penderita diabetes butuhkan, susu kambing Etawa Supergoat bisa menjadi alternatif terbaik.

5. Jauhkan Kanker dengan Nutrisi Alami

Sel kanker biasanya bermutasi. Karena itu, ia memperbanyak diri terus-menerus tanpa bisa dikontrol.

Salah satu penyebab mutasi adalah proses oksidasi. Karena itu, antioksidan juga bisa berperan sebagai antikarsinogenik (antikanker).

Data Riskesdas 2018 menunjukkan peningkatan signifikan penderita kanker dimulai dari usia 30-an.

prevalensi kanker

Maka dari itu, langkah pencegahannya sebaiknya telah Anda mulai sejak usia 20-an.

Caranya?

Fokus pada faktor risiko yang bisa Anda kontrol.

Dengan kata lain, hindari bahan karsinogenik dan konsumsi antioksidan sebagai pencegah mutasi.

Apa contoh bahan karsinogenik?

  1. rokok,
  2. alkohol,
  3. makanan yang dipanggang,
  4. makanan dan minuman berpengawet,

dan lainnya.

Selain itu, ada pula faktor risiko seperti kebiasaan berganti pasangan dan pola hidup yang tidak sehat.

Salah satu minuman kesehatan yang mengandung bahan antikarsinogenik alami adalah susu kambing.

Kandungan conjugated linoleic acid (CLA) pada susu kambing Etawa terbukti dalam banyak penelitian memiliki efek antikanker.

Struktur Conjugated Linoleis Acid

Foto: struktur Conjugated Linoleic Acid (CLA)

Buktinya, International Conference on Health (ICoH) merilis hasil penelitian tentang penggunaan CLA untuk mengatsi sel kanker paru.

Hasilnya, jaringan ikat bronkus kembali normal, tidak ada tanda peradangan, dan apoptosis sel kembali berjalan.

Metode pencegahan dan penanganannya begitu mudah dan murah, bukan?

Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Usia 30 Tahun

Kenapa usia 30 tahun tidak haid?

Coba lihat kondisi penyertanya.

Jika tidak haid setelah melahirkan, itu normal karena sedang fase nifas. Namun, jika tidak haid beserta dengan nyeri parah, silakan periksa ke dokter.

Karena, bisa jadi ada faktor penyakit lain.

Minum susu kambing Etawa Supergoat bisa membantu melancarkan siklus haid. Ini karena susu kambing mengandung prekursor untuk hormon seks estrogen dan progesteron.

Kenapa usia 30 tahun sudah beruban?

Uban bisa terjadi karena melanosit berhenti menghasilkan pigmen melanin seiring pertambahan usia.

Atau, bisa juga karena sebab paparan dengan bahan kimia, termasuk risiko akibat merokok.

Apa yang harus dilakukan di usia 30 tahun?

Apapun kegiatannya, selama positif, layak Anda lakukan.

Yang pasti, selalu jaga kesehatan sesuai dengan panduan mengatasi masalah kesehatan di usia 30-an ini.

Penutup

Memasuki usia 30 tahun membawa banyak pencapaian. 

Namun, yang namanya tantangan, terutama di bidang kesehatan, juga siap menyambut.

Pola hidup yang sehat menjadi kunci sukses mengatasi masalah kesehatan di usia 30-an.

Dan, susu kambing Etawa Supergoat bermanfaat membantu Anda mendapatkan kesehatan dan kebugaran di usia yang menantang ini.

Jika Anda rasa informasi ini bermanfaat, silakan bagikan ke media sosial Anda.

Sehingga, akan semakin banyak yang terinspirasi mendapatkan kesehatan yang optimal di usia 30 tahun ke atas.

Baca juga informasi seputar kesehatan lainnya dan serba-serbi gaya hidup sehat a la Rasulullah SAW di blog Supergoat.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Artikel Terkait:

Berlanggaan Gratis!

Dapatkan pemberitahuan artikel menarik dari Supergoat, dengan berlangganan newsletter dibawah ini. Terimakasih :)

Tinggalkan komentar

Ingin Jadi Mitra Kami?

Isi form ini dan kami akan menghubungi Anda.

Pastikan data di atas sudah benar, setelah klik Join Mitra, Anda akan dibawa ke chat WA admin, silakan lanjutkan klik kirim dan jangan hapus pesan.

Form Pemesanan Supergoat

Penting!! Pastikan data di atas sudah benar, setelah klik Pesan Supergoat, Anda akan dibawa ke chat WA admin, silakan lanjutkan klik kirim dan jangan hapus pesan.