fbpx

7 Sunnah Saat Berbuka Puasa Sesuai Hadis dan Hikmahnya

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Rasulullah SAW memberikan teladan untuk momen berbuka puasa. Apa saja yang sahih dan benar dari Rasulullah SAW tentang berbuka puasa ini?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Rasulullah SAW mengungkapkan, waktu berbuka puasa merupakan saat yang menggembirakan bagi umat muslim setelah seharian menahan lapar, dahaga, dan nafsu lainnya seharian.

Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya.” (HR. Muslim no. 1151)

Oleh karena itu, melengkapi waktu berbuka puasa Anda dengan menjalankan sunnah sesuai hadis adalah hal yang sangat dianjurkan, agar kebahagiaan Anda semakin sempurna.

Berikut ini adalah 10 sunnah saat berbuka puasa sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW dan hikmahnya.

Memperbanyak Dzikir dan Doa

Orang Indonesia sering menghabiskan masa-masa sebelum berbuka dengan ngabuburit bersama teman-teman atau keluarga.

Padahal, saat-saat sebelum buka puasa merupakan salah satu waktu mustajab di mana doa lebih mudah diterima.

Tiga doa yang tidak tertolak: doa orang puasa hingga berbuka, doa pemimpin yang adil dan doa orang yang dizalimi.” (HR. Tirmidzi dan yang lainnya, hadits ini dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani).

Karena itu, daripada menghabiskannya untuk hal yang kurang bermanfaat, alangkah baiknya Anda gunakan dengan memperbanyak dzikir dan doa.

Menyegerakan Berbuka

Anjuran mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka sudah menjadi rahasia umum. Berdasarkan riwayat Sahl bin Sa’ad, ini merupakan kebiasaan yang Rasulullah SAW anjurkan saat berpuasa.

Manusia senantiasa dalam kebaikan selama menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari no. 1821)

Saking pentingnya, pernah Rasulullah SAW berkeras agar rombongannya segera berbuka puasa dan tidak menunda lagi meski sedang dalam perjalanan. (HR. Bukhari no. 1819)

Namun, tentunya Anda harus benar-benar yakin bahwa matahari benar-benar sudah tenggelam di ufuk barat.

Pasalnya, Rasulullah SAW pernah memerintahkan untuk berbuka saat hari sedang mendung gelap. Ternyata, tak berapa lama matahari kembali muncul lagi sehingga Rasulullah memerintahkan untuk meng-qadha puasa yang sudah batal itu. (HR. Bukhari no. 1823).

Berdoa Sebelum Buka Puasa

Berdoa sudah menjadi bagian dari kehidupan kaum muslimin. Hampir tiada aktivitas dalam hidup orang islam yang tidak didahului atau diakhiri dengan doa, meski sekadar basmalah atau hamdalah.

Apalagi, saat buka puasa.

Berdasarkan hadis hasan riwayat Abu Daud dan Nasai, doa Rasulullah SAW saat berbuka adalah:

Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah tetap pahala, in sya Allah.” (HR. Abu Daud no. 2357)

Lalu, bagaimana dengan doa yang juga populer di masyarakat berbunyi, “Allahumma laka shumtu, wa bika amantu,” dan seterusnya?

Lafadz lengkapnya memang tidak didapati dalam kitab-kitab hadis. Kecuali, bagian, “Allahumma laka shumtu, wa ‘alaa rizqika afthartu” saja. Itu pun hadisnya memiliki kelemahan-kelemahan.

Meski hadis yang melafazkan tersebut lemah, pada dasarnya tidak ada keburukan dalam isi doa tersebut. Bahkan, isi doa tersebut sesuai dengan hadis qudsi tentang ibadah puasa untuk Allah dan ayat al-Qur’an tentang iman, rizki, dan asmaul husna.

Memandang doa ini sebagai kebiasaan, bukan ibadah mahdhah, maka tidak ada larangan berdoa dengan lafadz tersebut. Terutama dengan membacanya sebelum membatalkan (berbuka) puasa.

Berbuka dengan Kurma dan Air

Ada anjuran untuk berbuka dengan yang manis-manis. Sebenarnya, hadisnya membicarakan tentang berbuka puasa dengan kurma basah (ruthab), kurma kering (ruthab), atau air.

Dari Anas bin Malik, ia berkata : Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka puasa sebelum shalat dengan ruthab (kurma basah), jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering), dan jika tidak ada tamr, beliau meminum seteguk air.“ (HR. Abu Daud no. 2356)

Jadi, tidak ada anjuran secara literal untuk berbuka dengan yang manis-manis, apalagi senyuman manis. 🙂

Karena itu, jika tidak ada kurma, paling tidak untuk membatalkan puasanya, Anda bisa minum air putih 1 teguk terlebih dahulu.

Berbuka dengan Susu

Selain kurma dan air, riwayat lain juga menyebutkan, Rasulullah SAW pernah berbuka dengan susu. Hanya saja, kejadiannya saat puasa sunnah ketika sedang wukuf di Arafah.

Dari Ibn Abbas, bahwa dia berbuka puasa di Arafah, saat disuguhkan buah delima kepadanya ia pun memakannya. Kemudian dia berkata, “Ummu Fadll menceritakan kepadaku bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berbuka puasa di Arafah, ia menyuguhkan susu untuk beliau, lalu beliau pun meminumnya.” (HR. Ahmad no. 25635)

Karena itu, berbuka dengan susu termasuk salah satu sunnah yang sangat baik untuk diteladani dari Rasulullah SAW.

Apalagi karena minum susu saat berbuka memiliki beragam manfaat untuk kaum muslimin. Anda dapat meneladaninya dan mengawali berbuka dengan minum susu kambing Supergoat yang kaya manfaat.

Tidak Makan Berlebihan

Buka puasa kadang menjadi ajang pelampiasan balas dendam setelah seharian mengekang keinginan untuk makan, minum, dan hasrat lainnya. Hasilnya, perut yang kekenyangan sering menjadi pemandangan yang lumrah di rumah-rumah umat islam.

Makan berlebihan jelas bukan perilaku yang baik, apalagi saat puasa. Setelah seharian tidak menerima asupan apapun, mengonsumsi banyak makanan sekaligus dapat membuat perut sakit.

Maka dari itu, paling baik adalah tetap memegang anjuran Rasulullah SAW tentang pembagian kapasitas perut.

Tidak ada bejana yang diisi oleh manusia yang lebih buruk dari perutnya, cukuplah baginya memakan beberapa suapan sekedar dapat menegakkan tulang punggungnya (memberikan tenaga), maka jika tidak mau, maka ia dapat memenuhi perutnya dengan sepertiga makanan, sepertiga minuman dan sepertiga lagi untuk nafasnya.” (HR. Ahmad no. IV/132, Ibnu Majah no. 3349)

Berbagi Makanan

Selain berpuasa, cara lain untuk mendapatkan tambahan pahala adalah dengan memberi makan orang yang sedang berpuasa. Alias, memberikan menu buka puasa.

Rasulullah SAW mengungkapkan keutamaan pahala memberi menu buka puasa tanpa mengurangi pahala orang yang sedang puasa tersebut.

Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746)

Bukankah ini kesempatan yang sangat baik untuk mendulang pahala sebanyak mungkin?

Tata Cara Berbuka Puasa

Dengan semua sunnah tersebut, seperti apa urutan atau tata cara buka puasa yang baik?

  1. Tadarus, dzikir, dan berdoa di menit-menit akhir menjelang buka puasa
  2. Membatalkan puasa begitu melihat matahari telah tenggelam
  3. Membaca basmalah dan doa allahumma lakashumtu dan seterusnya
  4. Berbuka dengan kurma, susu, atau jika tidak ada, maka air putih saja.
  5. Makan kurma dengan bilangan ganjil, atau minum segelas susu jika tersedia.
  6. Membaca doa Dzahaba dzoma’u, wabtallatil uruuqu, dan seterusnya).
  7. Shalat maghrib
  8. Lanjutkan dengan makan secukupnya
  9. Shalat isya dan tarawih

Hikmah Melaksanakan Sunnah Berbuka Puasa

Segala tuntunan dalam Islam sebenarnya memiliki hikmah dan pelajaran. Hikmah tersebut kadang mudah dipahami, namun tak jarang perlu perenungan yang lebih mendalam.

Adapun hikmah dari melaksanakan sunnah-sunnah berbuka puasa yang telah diuraikan sebelumnya adalah:

  1. Mengoptimalkan waktu dan tidak membuangnya untuk hal yang sia-sia
  2. Memberikan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan dan kebuagaran tubuh
  3. Memberikan pemahaman tentang cara dan adab berbuka yang benar sesuai dengan kebutuhan tubuh.
  4. Memupuk iman dan solidaritas sebagai kaum muslimin.

Pertanyaan Tentang Sunnah Berbuka Puasa

Sunnah buka puasa dengan makan kurma berapa biji?

Anjurannya adalah makan dalam bilangan ganjil, cukup untuk menegakkan tubuh, dan tidak berlebihan. Maka, idealnya adalah antara 3, 5, atau 7. Adapun kurang dari itu bisa dibilang tidak cukup dan lebih dari itu adalah berlebihan.

Bolehkan berbuka puasa dengan kolak, cendol, dan makanan takjil lainnya?

Tentu saja boleh. Namun, akan lebih baik membatalkan puasa dengan kurma, susu, atau air meski hanya sedikit atau seteguk. Baru kemudian Anda bisa melanjutkan ke takjil yang Anda inginkan. Yang demikian lebih utama, in sya Allah.

Penutup

Demikian 7 sunnah saat berbuka puasa lengkap dengan hikmah dan jawaban dari hal yang sering menjadi pertanyaan masyarakat.Jika Anda merasa informasi ini bermanfaat, Anda bisa menekan tombol berbagi untuk share ke media sosial Anda.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Artikel Terkait:

Berlanggaan Gratis!

Dapatkan pemberitahuan artikel menarik dari Supergoat, dengan berlangganan newsletter dibawah ini. Terimakasih :)

Tinggalkan komentar

Ingin Jadi Mitra Kami?

Isi form ini dan kami akan menghubungi Anda.

Pastikan data di atas sudah benar, setelah klik Join Mitra, Anda akan dibawa ke chat WA admin, silakan lanjutkan klik kirim dan jangan hapus pesan.

Form Pemesanan Supergoat

Penting!! Pastikan data di atas sudah benar, setelah klik Pesan Supergoat, Anda akan dibawa ke chat WA admin, silakan lanjutkan klik kirim dan jangan hapus pesan.