fbpx

Berat Badan Malah Naik meski Diet dan Olahraga, Mengapa Begitu?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Sudah bersusah payah berolahraga dan mengurangi makan, tapi angka di timbangan justru bergerak ke kanan. Apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Untuk melangsingkan tubuh memang gampang-gampang susah, buktinya banyak orang yang merasa sudah diet dan olahraga tapi berat badan malah naik. Jika hal ini terjadi pada diri Anda, jangan frustrasi dulu, mungkin ada metode diet atau olahraga yang perlu dievaluasi dan dikoreksi.

Penyebab Sudah Rajin Olahraga dan Diet tapi Badan Malah Tambah Gemuk

Faktanya memang ada begitu banyak faktor yang memicu kegagalan program penurunan berat badan Anda. Mulai dari asupan makanan yang kurang tepat, atau tidak memilih jenis olahraga yang menunjang diet Anda. Untuk lebih jelasnya, simak informasinya di sini.

Kehilangan lemak tanpa disadari

Anda mungkin mulai putus asa saat mengamati tidak ada perkembangan berarti pada berat badan setelah beberapa hari atau bahkan beberapa minggu. Sebenarnya hal ini bisa jadi pertanda yang bagus, yaitu terjadi pembentukan otot bersamaan dengan menyusutnya lemak pada tubuh.

Hal ini merupakan kondisi yang umum terjadi saat seseorang mulai berolahraga secara teratur. Tentu saja fokus untuk melangsingkan tubuh sesungguhnya adalah mengikis lemak-lemak yang mengganggu dan bukan sekedar menurunkan berat badan.

Solusi:

Jangan hanya mengandalkan timbangan untuk mengecek progres Anda, tetapi juga dengan mengukur lingkar pinggang. Alternatif lainnya adalah coba kenakan lagi baju-baju lama Anda dan jika terasa pas di badan, artinya upaya diet mulai menunjukkan hasil positif.

Terlalu sering duduk

Sudah mengurangi makan dan olahraga rutin tapi berat badan naik. Mengapa demikian? Alasannya ternyata bisa begitu sepele, yaitu terlalu banyak duduk. Fakta tersebut ditemukan oleh tim peneliti dari Harvard School of Public Health dengan objek riset sebanyak 50 ribu orang.

Ternyata durasi duduk lebih dari dua jam membuat olahraga yang Anda lakukan tidak memberikan efek apa-apa.

Penulis buku Say Goodbye to Heart Disease, Rakhmat Ari, mengatakan bahwa setiap kelipatan dua jam dari lama Anda duduk menyebabkan peningkatan bobot sebanyak 1,25 kali lipat. Lagipula sebagaimana yang diwartakan Alodokter, duduk terlalu lama menyebabkan gangguan kesehatan yang bisa berbahaya. Antara lain nyeri leher dan pinggang, kencing manis, penyakit kardiovaskular, sampai kanker.

Solusi:

Setiap kali duduk, misalnya untuk bekerja, pastikan Anda bangkit setiap setengah jam untuk berjalan-jalan sejenak. Pilih tangga daripada lift untuk meningkatkan durasi olahraga, simpan remote tv sehingga Anda terpaksa berdiri untuk memindahkan saluran, dan aktiflah bergerak.

Tidak cukup tidur

Sudah diet malah tambah gemuk ternyata dapat dipicu oleh kurang tidur. Pasalnya, metabolisme tubuh akan menjadi kacau sehingga kinerjanya menurun. Kurang tidur juga meningkatkan dorongan untuk ngemil makanan yang berkalori tinggi karena tubuh kekurangan energi.

Belum lagi peningkatan hormon kortisol atau hormon stres yang menyulitkan kita menghilangkan lemak dan menurunkan bobot tubuh. Hormon kortisol ternyata juga terbukti menambah selera makan serta membuat lemak tertahan dalam tubuh.

Tanda-tanda tidur Anda tidak berkualitas adalah terjaga dalam kondisi pusing, lelah, dan ingin kembali ke tempat tidur.  

Solusi:

Jika kesulitan memenuhi waktu tidur di malam hari selama 7 sampai 9 jam, Anda bisa mencoba tidur siang selama 20 menit. Alternatif lainnya agar mendapatkan istirahat yang berkualitas adalah mengkonsumsi susu kambing hangat menjelang tidur.

Terlalu banyak mengonsumsi kalori

Rata-rata orang membutuhkan 2000 kalori per hari yang dapat dipangkas menjadi 800 sampai 900 kalori jika ingin menurunkan berat badan. Artinya mengurangi makan saja belum cukup untuk membuat tubuh jadi langsing, jika hidangan yang Anda konsumsi sarat kalori.

Jadi jangan heran jika makan sedikit tapi berat badan naik, bahkan saat Anda sudah mengimbanginya dengan berolahraga.

Solusi:

Cermati berapa banyak asupan kalori yang masuk ke dalam tubuh, misalnya dengan aplikasi kalkulator kalori di internet. Jadi tidak perlu ribet menimbang makanan lagi, bukan?

Mengonsumsi banyak gula

Tidak hanya makanan, minuman juga mempengaruhi program diet Anda, terutama minuman manis yang dapat menggemukkan badan dalam waktu singkat. Ini misalnya minuman ringan bersoda, termasuk dengan embel-embel diet pada namanya.

Waspada juga dengan minuman kemasan yang diklaim mengandung vitamin, terbuat dari sari buah asli, dan sejenisnya karena umumnya juga mengandung banyak gula.

Solusi:

Satu-satunya solusi adalah menghindari semua minuman dalam kemasan dan gantikan dengan air putih yang lebih sehat. Untuk menambahkan rasa dan nutrisi, Anda bisa membuat infused water dengan mencampurkan potongan-potongan buah.

Kekurangan protein

Protein merupakan nutrisi terpenting jika Anda sedang menjalankan diet untuk menurunkan berat badan. Alasannya, protein mempengaruhi hormon pengatur nafsu makan, yaitu ghrelin yang “memberitahu” tubuh bahwa Anda merasa kenyang.

Sebaiknya mengonsumsi makanan yang mengandung protein di saat sarapan untuk mengurangi rasa lapar dan menghilangkan keinginan mengudap. Dengan begitu porsi makan Anda pun jadi semakin berkurang.

Solusi:

Sebaiknya pilih asupan protein rendah lemak agar program diet tidak terganggu. Ini antara lain putih telur, tahu, tempe, kacang-kacangan, daging merah tanpa lemak, dada ayam tanpa kulit, dan sebagainya. Hindari juga mengolah hidangan dengan menggoreng agar kadar kolesterol tidak melonjak.

Melewatkan angkat beban dan kardio

Sudah rajin olahraga berat badan tidak turun mungkin penyebabnya adalah Anda melewatkan latihan angkat beban dan kardio. Jadi, artinya satu jenis olahraga saja tidak cukup untuk menurunkan berat badan atau membentuk tubuh sesuai harapan Anda.

Olahraga kardio akan membantu Anda memupus lemak pada area perut yang membuncit. Sementara angkat beban bermanfaat untuk mempertahankan massa otot agar tidak turut hilang saat lemak terbakar.

Solusi:

Berkonsultasilah dengan personal trainer atau orang yang kompeten sebelum mulai olahraga untuk mendapatkan program latihan yang menunjang tujuan diet Anda. Pastinya Anda perlu melakukan latihan fisik yang bervariasi untuk mendapatkan manfaatnya masing-masing.

Kesimpulan

Agar program diet penurunan berat badan berhasil, Anda perlu menerapkan pola hidup sehat yang mencakup pola makan dan olahraga yang tepat. Dengan begitu tidak akan ada keluhan lagi mengenai sudah diet dan olahraga tapi berat badan malah naik.

Yang tidak kalah penting adalah memenuhi kebutuhan nutrisi untuk menjaga daya tahan tubuh, misalnya dengan mengkonsumsi Supergoat. Produk ini merupakan susu kambing etawa bubuk dengan tambahan gula aren yang kaya nutrisi dan lezat rasanya.

Ikuti laman ini untuk mendapatkan informasi berguna seputar gaya hidup dan kesehatan bersama Supergoat dan bagikan juga pada media sosial Anda!

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Artikel Terkait:

Berlanggaan Gratis!

Dapatkan pemberitahuan artikel menarik dari Supergoat, dengan berlangganan newsletter dibawah ini. Terimakasih :)

Tinggalkan komentar

Ingin Jadi Mitra Kami?

Isi form ini dan kami akan menghubungi Anda.

Pastikan data di atas sudah benar, setelah klik Join Mitra, Anda akan dibawa ke chat WA admin, silakan lanjutkan klik kirim dan jangan hapus pesan.

Form Pemesanan Supergoat

Penting!! Pastikan data di atas sudah benar, setelah klik Pesan Supergoat, Anda akan dibawa ke chat WA admin, silakan lanjutkan klik kirim dan jangan hapus pesan.