fbpx

Ini 5 Cara Mudah Mencegah Serangan Jantung Sejak Dini

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Lebih dari 12% populasi Indonesia terancam rentan jantung koroner dini. Hasil riset P2PTM membuktikan pola hidup dan jam kerja tidak sehat adalah kontributor terbesar!

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Mendengar istilah serangan jantung, kebanyakan orang langsung membayangkan hal yang mengerikan.

Mungkin, Anda juga.

Wajar saja, penyakit satu ini memang masih jadi momok pembunuh nomor 1 (atau 2) di Indonesia.

Bahkan, sekalipun pemerintah sudah menghabiskan triliunan dana BPJS. Itu pun, bertambah dari tahun ke tahun.

Gagal Jantung

Dahsyat? Memang iya.

Seram? Tidak semestinya begitu.

Karena, sebenarnya sangat mungkin untuk mencegah penyakit ini.

Pun, Anda bisa mencegahnya dengan langkah-langkah sederhana dan murah-meriah. Bagaimana bisa?

Nanti, di akhir artikel akan ada bagian cara mencegah penyakit jantung murah dan aman.

Kok bisa?

Karena, mayoritas serangan jantung merupakan penyakit degeneratif yang muncul perlahan.

Faktanya, hanya sedikit yang merupakan penyakit turunan atau bawaan sejak lahir.

Jadi, di artikel ini Anda akan mendapati info:

  1. Apa itu serangan jantung;
  2. Gejala yang terasa sebelum serangan jantung;
  3. Penyebab serangan jantung; dan
  4. Cara mencegah serangan jantung.

Baca sampai akhir.

Mengenal Serangan Jantung

Serangan jantung adalah kondisi di mana otot jantung tidak menerima oksigen dan nutrisi lewat darah sehingga sel otot jantung berada di ambang kematian.

Akibatnya, sel yang mau mati ini akan mengirimkan sinyal-sinyal SOS.

Apabila sinyal ini tidak dihiraukan, maka sel otot jantung akan mengalami kematian (infark miokardium).

Jika semakin banyak sel jantung yang mati, maka besar risiko terjadinya kerusakan jantung permanen.

Selanjutnya, kondisi ini dapat mendorong terjadinya henti jantung (cardiac arrest) dan menyebabkan kematian.

Penyebab Serangan Jantung

Seperti dijelaskan di awal, kematian sel otot jantung adalah akibat dari tidak adanya aliran darah yang masuk ke organ tersebut.

Agar lebih jelas, aliran darah ke jantung mengalir melalui pembuluh darah koroner (pembuluh yang memperdarahi jantung).

Karena itu, penyakitnya disebut PJK atau penyakit jantung koroner.

Nah, penyebab utama aliran darah ini bermasalah adalah karena 2 hal:

  1. penyempitan, dan
  2. sumbatan.

Penyempitan pada pembuluh darah koroner terjadi oleh adanya penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah.

Istilahnya atherosclerosis.

Bayangkan keran air yang mengalir lewat selang, lalu Anda tekan selangnya.

Akibatnya, secara otomatis aliran air akan berkurang, bukan?

Kira-kira seperti itu.

Selanjutnya, plak lemak atherosclerosis tersebut bisa rupture (pecah). Sehingga, akan membentuk gumpalan.

Kemudian, jika gumpalan ini mengalir sampai ke arteri jantung, seluruh aliran darah di belakangnya bisa tersumbat.

Akibatnya, bagian jantung yang berada di ujung arteri koroner yang tersumbat itu tidak akan mendapatkan suplai darah.

Tanpa suplai darah sebagai pembawa oksigen dan nutrisi, sel otot jantung akan mati. Dan, serangan jantung pun terjadi.

Gejala Serangan Jantung

Untungnya, proses dari mulai menumpuknya lemak, terbentuknya atherosclerosis, hingga pecah dan membentuk gumpalan itu berlangsung lama.

Lama sekali.

Bukan dalam hitungan bulan, tapi tahunan.

Oleh karena itu, gejala serangan jantung biasanya terjadi secara bertahap.

Dan puncaknya, pada saat sel otot jantung sudah benar-benar mati.

Jadi, sebelum mulai muncul gejala final, biasanya ciri-ciri penyakit jantung awal sudah terlihat terlebih dahulu.

Contohnya, seperti:

  1. mudah lelah saat beraktivitas, dan
  2. angina pectoris (nyeri dada) yang muncul saat beraktivitas dan mereda saat beristirahat.
Serangan Jantung

Kemudian, gejala serangan jantung dapat menjadi semakin parah.

Dan akhirnya, menunjukkan tanda-tanda seperti ini.

  1. Nyeri atau rasa tidak nyaman di dada;
  2. Pusing, pening, gelisah, rasa ingin muntah, dan keringat dingin;
  3. Nyeri yang merambat ke rahang, leher, atau punggung;
  4. Rasa tidak nyaman atau nyeri di bahu; dan
  5. Nafas pendek dan tersengal.
Tanda_Tanda Serangan Jantung

Kalau satu atau lebih gejala tersebut sudah muncul, tak ada lagi alasan menunda ke dokter.

Tapi, sebelum gejala-gejala tersebut muncul, masih sangat mungkin mencegah serangan jantung dengan cara yang murah dan sederhana.

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Serangan Jantung

Sebelum masuk ke cara pencegahan, mari kita pahami terlebih dulu faktor risikonya.

Ada dua golongan faktor risiko penyakit jantung:

  1. yang tidak bisa diubah, dan
  2. bisa dikontrol.

Contohnya, tiga faktor risiko yang tidak bisa diubah yaitu:

  1. Usia (di atas 65 tahun, risikonya semakin besar),
  2. Lawan jenis (laki-laki berisiko lebih besar dari perempuan), dan
  3. Herediter (ras, keturunan, riwayat keluarga).

Sedangkan, yang bisa dikontrol ada sembilan, yaitu:

  1. Kebiasaan merokok,
  2. Kebiasaan minum minuman beralkohol,
  3. Profil kolesterol dan trigliserida,
  4. Tingkat tekanan darah,
  5. Obesitas,
  6. Volume aktifitas fisik,
  7. Tingkat gula darah,
  8. Stres psikis, dan
  9. Asupan makanan/minuman.

Karena itu, pada langkah pencegahan serangan jantung, akan berfokus pada faktor risiko yang dapat dikontrol tersebut.

Cara Mencegah Serangan Jantung

Ingat, jantung dan pembuluh darah adalah satu kesatuan sistem, yaitu sistem kardiovaskuler (kardio = jantung, vaskular = saluran).

Kardiovaskuler adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan sistem peredaran darah (yang terdiri dari jantung dan pembuluh darah).

Lagipula, penyebab serangan jantung bersumber dari kerusakan pada pembuluh darah.

Karena itu juga gangguan pada sistem ini dinamakan penyakit kardiovaskular.

Nantinya, kunci pencegahannya akan berfokus pada 2 tujuan:

  1. Memperlancar aliran darah di pembuluh; dan
  2. Meningkatkan kapasitas kerja dan ketahanan jantung.

Seperti halnya langkah pencegahan lain, mencegah heart attack juga lebih efektif jika mulai sejak dini.

Karena, hasilnya lebih bagus, melakukannya lebih mudah, dan biayanya pun lebih murah.

Nah, berikut adalah langkah praktis mencegah serangan jantung

1. Menghilangkan Kebiasaan Merokok

serangan jantung

Hentikan kebiasaan merokok hingga ke akarnya. Tetapi, jika Anda baru saja memulai resolusi tersebut, maka tidak masalah untuk mengurangi frekuensinya secara bertahap.

Kenapa merokok?

Rokok dapat mengurangi kemampuan darah menangkap oksigen. Akibatnya, tubuh perlu jumlah darah yang lebih besar untuk mendapatkan oksigen yang setara.

Akhirnya, ini akan memicu jantung bekerja lebih keras dari yang biasanya untuk memompa darah.

Selain itu, rokok jelas memiliki kaitan erat dengan memburuknya profil kolesterol, trigliserida, dan meningkatkan risiko atherosclerosis.

2. Menghilangkan Konsumsi Minuman Beralkohol

Alkohol secara langsung meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung. Kemudian, jika berlanjut jangka panjang, bisa:

  1. meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah;
  2. melemahkan otot jantung; dan
  3. menyebabkan denyut jantung tak teratur.

Maka dari itu, dengan meninggalkan alkohol, Anda dapat memanen efek kesehatan berikut:

Manfaat Berhenti Mengkonsumsi Minuman Beralkohol

3. Olahraga Kardio 90 Menit Seminggu

serangan jantung

Naik-turun tangga kantor memang bukan jenis “olahraga”. Begitu juga mengangkat barang atau beres-beres rumah.

Namun, melakukan aktivitas-aktivitas rutin di atas secara rutin tentu lebih bermanfaat daripada tidak sama sekali.

Tapi, olahraga kardio adalah salah satu olahraga yang melatih jantung untuk meningkatkan kemampuan dan ketahanannya dalam memompa darah.

Contohnya?

  1. Berenang,
  2. Jalan cepat,
  3. Bersepeda,
  4. Jogging, dan
  5. Senam aerobik.

Lalu, supaya lebih efektif, jangan lewatkan pemanasan dan pendinginan.

Ini penting agar sistem kardiovaskular tubuh punya waktu dan kesempatan untuk menyesuaikan beban.

Kapan sebaiknya Anda berolahraga?

Idealnya 3x seminggu, masing-masing 30 menit.

Dengan demikian, hasilnya lebih efektif daripada sekali olahraga selama 90 menit langsung.

4. Atur Diet atau Asupan Makan

Asupan makan dan minum jelas sangat berpengaruh.

Faktanya, penumpukan lemak dan kolesterol paling besar pengaruhnya oleh makanan.

Bahkan, pengaruhnya lebih besar daripada olahraga sekalipun.

Diet yang penting untuk mencegah serangan jantung antara lain yang:

  1. kaya serat, seperti sayuran dan buah;
  2. tinggi MCT (medium chain triglyceride), seperti susu kambing etawa;
  3. tinggi kalsium, kalium, dan dan magnesium, serta rendah natrium, seperti susu kambing Supergoat.
tabel perbandingan minieral pada susu kambing etawa

Untuk mengetahui seperti apa cara diet sehat dan bagaimana cara menurunkan kolesterol dengan obat kolesterol alami, Anda dapat membaca panduannya di blog Supergoat Indonesia.

5. Mengontrol Stres dan Menjaga Kesehatan Mental

Serangan Jantung

Banyak yang sering melupakan aspek psikologis ini.

Padahal, stres psikis juga dapat mempersempit pembuluh dan meningkatkan tekanan darah.

Karena itu, menjaga stres psikis dalam tingkat yang terkontrol akan mampu membantu mencegah penyakit jantung untuk berkembang.

Faktanya, di dalam agama Islam terdapat cara tersendiri untuk menjaga kesehatan mental.

Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Serangan Jantung

Apa yang menyebabkan seseorang terkena serangan jantung?

Penyumbatan pada arteri koroner menyebabkan sel jantung tidak mendapatkan suplai darah sehingga mati dan mengirimkan gejala serangan jantung.

Serangan jantung seperti apa?

Ciri-ciri serangan jantung meliputi sakit nyeri di bagian dada, ulu hati, menjalar ke punggung, dan naik ke bahu, leher, hingga rahang.

Selain itu, pusing, mual, dan keringat dingin juga menyertai serangan ini.

Makanan apa yang dilarang bagi penderita jantung?

Makanan dengan kandungan tinggi dari:

  1. natrium (garam);
  2.  gula (jika ada indikasi diabetes);
  3. lemak trans (mayonaise dan margarin); dan
  4. lemak kolesterol jahat.

Makanan apa yang dianjurkan bagi penderita jantung?

  1. Tinggi serat seperti sayur dan buah;
  2. Kaya MCT seperti susu kambing etawa; dan
  3. Tinggi mineral kalsium, kalium, dan magnesium, serta rendah natrium, seperti susu kambing Supergoat.

Penutup

Serangan jantung memang punya konsekuensi yang besar.

Tapi, perjalanan serangan jantung cukup lama dan panjang. Sehingga, sangat mungkin untuk mencegah penyakit ini berkembang.

Menerapkan cara mencegah serangan jantung sejak usia muda berefek sangat bagus. Karena, tidak hanya bermanfaat untuk jantung, tapi juga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Anda dapat mengonsumsi susu kambing etawa Supergoat secara rutin untuk membantu mengontrol kolesterol serta mencegah serangan jantung.

Jangan lupa ajak keluarga dan sahabat untuk bersama-sama menjaga jantung tetap sehat. Bagikan informasi ini agar semakin banyak yang paham mengenai serangan jantung.

Juga, baca informasi seputar gaya hidup sehat lainnya di blog Supergoat Indonesia.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Artikel Terkait:

Berlanggaan Gratis!

Dapatkan pemberitahuan artikel menarik dari Supergoat, dengan berlangganan newsletter dibawah ini. Terimakasih :)

Tinggalkan komentar

Ingin Jadi Mitra Kami?

Isi form ini dan kami akan menghubungi Anda.

Pastikan data di atas sudah benar, setelah klik Join Mitra, Anda akan dibawa ke chat WA admin, silakan lanjutkan klik kirim dan jangan hapus pesan.

Form Pemesanan Supergoat

Penting!! Pastikan data di atas sudah benar, setelah klik Pesan Supergoat, Anda akan dibawa ke chat WA admin, silakan lanjutkan klik kirim dan jangan hapus pesan.