fbpx

5 Jenis Sayuran yang Tidak Boleh Dikonsumsi Penderita Darah Tinggi

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Pada dasarnya, sayuran itu baik bagi penderita hipertensi. Namun berkat tambahan bahan lain, ia bisa jadi berbahaya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Sebelum kami menjelaskan sayuran yang tidak boleh dikonsumsi penderita darah tinggi, penting bagi Anda untuk tahu nutrisi yang bisa memicu darah tinggi naik. Para ahli gizi menyebut, ada dua zat utama yang dimaksud:

  • Lemak jahat
  • Natrium atau sodium (Keduanya merujuk pada kode zat yang sama yakni Na)

Keduanya, jika Anda konsumsi dalam jumlah tinggi, bisa meningkatkan hipertensi. 

Lalu, apakah ada sayuran yang mengandung keduanya? Faktanya, tidak ada.  Dengan kata lain, seluruh jenis sayur adalah sayuran yang boleh dikonsumsi penderita darah tinggi.

Kalaupun ada, zat tersebut terdapat pada produk sayuran olahan dengan tambahan bahan yang mengandung natrium. Sayur dalam kategori inilah yang masuk dalam jenis makanan yang dilarang untuk penderita darah tinggi.

Nah, sebagai bentuk kehati-hatian, Anda sebaiknya mengetahui produk-produk olahan yang dimaksud. 

1. Keripik Sayuran

Bahan sayuran dalam keripik tak serta merta membuat keripik menjadi sehat dan bisa Anda konsumsi sesuka hati. Bahkan, seorang ahli diet asal Vancouver AS, Desiree Nielsen, menyebut bahwa gembar gembor keripik sehat karena berbahan sayur hanyalah bentuk promosi belaka.

Faktanya, kandungan natrium dan lemak jenuh di dalamnya umumnya tinggi. Jadi, tak begitu aman bagi penderita hipertensi. Berikut data sampelnya per-100 gram

Jenis KeripikNatriumLemak Jenuh
Keripik Singkong305 miligram5,7 gram
Keripik Kentang525 miligram10,96 gram

2. Sayuran Kaleng

Problem berbelanja sayuran bagi sebagian rumah tangga adalah daya tahannya. Dalam hitungan hari, kesegarannya bisa hilang. Maka, muncul inovasi dari dalam bentuk sayuran kaleng. Selain menawarkan daya tahan yang lebih panjang, sayuran kaleng juga higienis dan tetap mempertahankan gizi asli sayur.

Sayangnya, bagi penderita darah tinggi, sayuran semacam ini tidak begitu aman. Produsen sayur ini kerap menambahkan garam sebagai pengawet. Tentu saja, ini bisa meningkatkan kadar natrium di dalamnya.

Jenis Natrium (Per Mangkuk)Lemak Jenuh (Per Mangkuk)
Sup Kaleng1653 mg 0,57 g
Tomat Kaleng307 mg0,04 g
Bayam Kaleng57 mg0,17 g

3. Sayuran Acar

Jika Anda sudah paham bahwa natrium perlu dihindari agar resiko darah tinggi tidak muncul, maka Anda semestinya sadar untuk tidak mengkonsumsi acar. Acar adalah makanan yang mengalami proses pengawetan dengan menggunakan cuka dan air garam, jadi sudah tentu tinggi kadar natriumnya.

Sensasi rasa pada acar yang berbeda pada sayur biasa, mungkin menggugah lidah Anda. Namun, tahanlah hasrat agar kesehatan tetap terjaga.

Jenis AcarNatrium (per 100 g)Lemak Jenuh (per 100 g)
Acar Mentimun Manis939 miligram 0,055 g
Acar Mentimun Asam1208 miligram0,052 g

4. Olahan Sayur dengan Kadar Natrium Tinggi

Anjuran WHO, dalam kondisi normal hendaknya membatasi asupan natrium hingga batas 2400 miligram per hari. Namun, bagi penderita hipertensi, Kemenkes RI menyarankan asupannya turun hingga 1,5 gram atau 1500 miligram. 

Hal yang perlu Anda tahu, 1 sendok teh garam umumnya bisa mengandung 2000 miligram. Maka dari itu, meskipun Anda mengolah sayur, sebaiknya tidak menambahkan garam terlalu banyak. 

Dalam hal ini, Kemenkes RI menyarankan Anda menggunakan takaran 1 sendok teh kecil. Jika berlebihan, tentu sayuran yang sehat malah bisa menjadi problem bagi Anda.

5. Sayuran Beku

Sama dengan sayuran kaleng, sayuran beku ada untuk membuat sayur bisa tetap segar dalam jangka waktu lebih lama. Tentu, dengan tetap mempertahankan nutrisi unggulan pada setiap sayur yang dibekukan.

Hanya saja, sebagian sayuran beku mencampurkan bahan dengan kadar natrium tinggi di dalamnya. Selain garam, natrium bisa ada pada campuran saus, bumbu, atau perasa tertentu.

Untungnya, tidak semua teknik pembekuan makanan memanfaatkan garam atau sumber natrium lain.  

Jadi, dalam kasus sayuran beku ini Anda harus pilih-pilih. Di pasaran, Anda bisa menemukan sayuran beku dengan label rendah garam atau bebas garam.

Rekomendasi

Memang, kenyataannya tidak semua pengidap darah tinggi sensitif terhadap natrium. 

Kendati demikian, pembatasan jumlah natrium harian akan membantu proses terapi farmakologi. Terapi ini bukan selain bisa menurunkan tekanan darah, bisa juga mengurangi resiko terserang penyakit lainnya.

Seementara untuk mengganti garam dan menghindari sayuran yang tidak boleh dikonsumsi penderita darah tinggi, Anda bisa mendapatkan citarasa gurih dari sumber lain. Misalnya, bubuk bawang putih, perasan lemon, atau lada segar. 

Oh ya, Anda juga bisa konsumsi susu kambing etawa dari Supergoat. Faktanya, susu kambing ini juga mampu menurunkan hipertensi lho!

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Artikel Terkait:

Berlanggaan Gratis!

Dapatkan pemberitahuan artikel menarik dari Supergoat, dengan berlangganan newsletter dibawah ini. Terimakasih :)

Tinggalkan komentar

Ingin Jadi Mitra Kami?

Isi form ini dan kami akan menghubungi Anda.

Pastikan data di atas sudah benar, setelah klik Join Mitra, Anda akan dibawa ke chat WA admin, silakan lanjutkan klik kirim dan jangan hapus pesan.

Form Pemesanan Supergoat

Penting!! Pastikan data di atas sudah benar, setelah klik Pesan Supergoat, Anda akan dibawa ke chat WA admin, silakan lanjutkan klik kirim dan jangan hapus pesan.