fbpx

14 Tips Agar Puasa Tidak Lemas, Coba dan Rasakan Sendiri

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Meski energi menipis, bukan berarti berpuasa harus lesu dan lemah. Dengan beberapa tips tertentu, tidak lemas saat puasa bisa saja.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Lemas dan ngantuk memang sering menghinggapi orang yang berpuasa. Jelas, karena saat puasa, energi lebih sedikit daripada hari-hari biasa. Lalu, adakah tips agar puasa tidak lemas dan tetap produktif?

Tentu ada.

Berikut adalah 13 tips yang bisa Anda lakukan agar puasa tidak lemas dan tetap bersemangat. Baca sampai selesai.

Hindari Begadang saat Malam

Saat puasa, biasanya umat islam lebih termotivasi untuk menghidupkan malam, baik dengan tadarus, qiyamul lail, dan lain-lain. Hal ini memang baik, tapi Anda tak boleh lupa bahwa tubuh punya hak istirahat untuk Anda penuhi.

Umumnya, orang dewasa membutuhkan waktu istirahat sekitar 6-8 jam. Kalaupun Anda tidak bisa mendapatkan 8 jam waktu tidur, setidaknya 6 jam sudah cukup.

Frekuensi Tidur

Lalu, bagaimana cara memenuhinya? Upayakan jam tidur maksimal adalah antara jam 10-11 malam. Selanjutnya, Anda bisa bangun untuk tahajud dan qiyamul lail antara jam 3-4. Kemudian, Anda dapat melanjutkan ke sahur.

Sediakan Waktu untuk Tidur Siang

Dengan cara di atas, Anda bisa mendapatkan waktu tidur malam sekitar 5 jam. Kurangnya, Anda dapat melakukan tidur siang (qailulah) antara 45 – 60 menit.

Hal ini juga sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW untuk menyediakan waktu bagi tidur siang.

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قِيْلُوْا فَإِنَّ الشَّيَاطِيْنَ لاَ تَقِيْلُ

“Tidurlah qailulah (tidur siang) karena setan tidaklah mengambil tidur siang.” (HR. Abu Nu’aim dalam Ath-Thibb 1: 12)

Selain itu, berbagai penelitian menunjukkan tidur siang antara 45-60 menit berpengaruh baik untuk emosi, perilaku, hingga kemampuan memori.

Mengakhirkan Sahur

Waktu sahur yang terlalu cepat dapat menyebabkan Anda merasakan kenyang yang singkat. Efeknya, hari baru beranjak siang, Anda sudah merasa lapar dan lemas.

Jadi, alangkah baiknya jika Anda dapat mengakhirkan sahur hingga mendekati waktu subuh. Ini karena mengakhirkan sahur adalah sunnah yang para sahabat Rasulullah SAW lakukan. Seperti riwayat Sahl bin Sa’ad dalam hadis Bukhari no. 1786.

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كُنْتُ أَتَسَحَّرُ فِي أَهْلِي ثُمَّ تَكُونُ سُرْعَتِي أَنْ أُدْرِكَ السُّجُودَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Dari Sahal bin Sa’ad radliallahu ‘anhu berkata: “Aku makan sahur bersama keluargaku kemudian aku bercepat-cepat agar mendapatkan sujud (shalat) bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam “.

Batasi Konsumsi Gula saat Sahur

Mungkin jarang orang yang mengonsumsi makanan atau minuman manis saat sahur. Namun, jika Anda termasuk salah satu yang melakukannya, Anda perlu berpikir ulang jika ingin tidak lemas saat puasa.

Ini karena saluran cerna menyerap gula sederhana dengan cepat, membuat perut Anda lebih cepat kosong daripada seharusnya.

Selain itu, asupan gula yang terlalu banyak rawan dalam sekali waktu makan rawan menyebabkan hipoglikemia reaktif. Efeknya, Anda justru jadi mengantuk dan lemas.

Konsumsi Karbohidrat Kompleks atau Gunakan Gula Aren

Jika Anda ingin konsumsi gula, maka pilihannya adalah gula kompleks (karbohidrat) dan bukan gula sederhana (gula putih). Karbohidrat kompleks memerlukan beberapa tahap pencernaan sehingga dapat membuat kenyang lebih lama.

Contoh karbohidrat kompleks yang baik antara lain beras merah, beras coklat, kentang, ubi, oat, dan gandum. Jenis karbohidrat ini juga baik untuk Anda yang ingin sekaligus diet saat puasa.

Atau, jika masih ingin yang manis, Anda bisa menggunakan gula aren.

Gula aren mengandung serat inulin yang bermanfaat untuk menunda penyerapan glukosa dari saluran pencernaan. Dengan demikian, Anda dapat lebih mengontrol kandungan gula di darah dan merasa kenyang lebih lama.

Konsumsi Protein dan Serat lebih Banyak saat Sahur

Karbohidrat dan protein sama-sama menghasilkan 4 Kalori per gram. Tapi, tubuh mencerna protein lebih lama daripada karbohidrat.

Agar perut Anda tidak cepat kosong dan merasa lapar, Anda bisa memperbanyak protein daripada karbohidrat saat sahur.

Selain protein, serat juga membantu Anda dalam mempertahankan rasa kenyang lebih lama. Karena itu, selalu masukkan sayur sebagai menu sahur Anda.

Berikut daftar sayur kaya serat yang cocok jadi menu sahur anti lemas Anda.

Jenis SayurKandungan serat (per 100 g)
Wortel4 mg
Kentang3 mg
Bayam2,8 mg
Kangkung2,5 mg
Seledri1,5 mg
Buncis1,2 mg
Brokoli0,9 mg
Selada0,6 mg

Katakan Tidak pada Tidur Setelah Salat Subuh

Godaan untuk kembali tidur setelah salat subuh memang sangat besar. Apalagi jika sedang mendung dan udara terasa dingin.

Akan tetapi, efek tidur akan mengaktifkan saraf parasimpatik yang meningkatkan kerja pencernaan. Hasilnya, tubuh akan lebih cepat mencerna dan menyerap apa yang Anda makan saat sahur.

Kenapa Saat Puasa Sering Ngantuk

Hal ini mengakibatkan perut terasa lebih cepat kosong dan Anda lebih cepat lapar dan lemas. Proses yang sama juga yang menyebabkan orang lebih cepat gemuk jika tidur setelah makan.

Maka dari itu, sebisa mungkin isi waktu setelah salat subuh dengan hal yang lebih bermanfaat daripada tidur. Contohnya seperti:

  1. tadarus,
  2. menambah hafalan,
  3. bersih-bersih rumah,

dan sebagainya.

Lakukan Aktifitas Fisik Ringan

Aktifitas fisik sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan kebugaran tubuh selama puasa. Ini karena seperti otak, otot juga perlu dilatih agar tetap berkembang dan tidak berkurang fungsinya.

Tak perlu yang berat-berat, sekadar jalan-jalan atau melakukan peregangan sudah sangat membantu Anda agar tidak lemas saat puasa. Atau, Anda dapat memilih melakukan salah satu dari daftar aktifitas fisik ringan berikut.

Jenis AktivitasKategoriKalori yang dibakar
(Kal per kg BB per jam)
Bermain PianoRingan1,4
Menyapu LantaiRingan1,5
Berjalan SantaiRingan2
PereganganRingan2,4
Sepeda SantaiRingan2,5

Hindari Kopi atau Teh saat Sahur

Segelas teh hangat atau kopi panas memang menggoda untuk diminum saat sahur. Tapi, sebelumnya Anda perlu memahami bahwa teh dan kopi termasuk diuretik alias mendorong produksi urin.

Artinya, mengonsumsi kopi atau teh saat sahur bisa membuat Anda sering buang air kecil. Efeknya, Anda sangat rawan untuk mengalami dehidrasi di siang hari nantinya.

Dehidrasi juga merupakan salah satu penyebab Anda merasa lemas saat puasa. Karena itu, sebisa mungkin tunda minum kopi atau teh hingga waktu berbuka nanti.

Minum Air Secukupnya waktu Sahur

Mungkin Anda mencoba untuk minum sebanyak mungkin ketika sahur. Namun, minum terlalu banyak juga memaksa ginjal untuk bekerja mengeluarkan air yang berlebihan.

Akibatnya, seperti hipoglikemia reaktif, bisa juga terjadi diuretik reaktif, di mana ginjal terus bekerja sementara kadar air dalam tubuh sudah normal. Butuh beberapa waktu sampai ginjal kembali normal setelah menerima instruksi lewat hormon.

Efeknya, ini juga dapat menyebabkan dehidrasi ringan.

Maka dari itu, paling baik adalah menggunakan metode 2-1-2-2-1 untuk mencukupi kebutuhan air selama puasa. Yaitu:

  • bangun tidur 2 gelas;
  • sahur 1 gelas;
  • buka puasa 2 gelas;
  • sembari tarawih 2 gelas; dan
  • sebelum tidur 2 gelas.

Perbanyak Diskusi

Interaksi sosial dengan diskusi menjaga baik otak maupun otot untuk tetap aktif dan terjaga. Karena itu, memperbanyak diskusi selama puasa juga dapat menjaga Anda agar tidak lemas saat puasa.

Namun, penting untuk Anda ingat bahwa diskusi ini berbeda dengan ngobrol ngalor ngidul yang tidak bermanfaat. Apalagi ghibah.

Anda bisa berdiskusi tentang topik pekerjaan, amal, sunnah, atau materi keagamaan lainnya.

Rutinkan Olahraga Aerobik Sore

Olahraga aerobik sangat bermanfaat dalam meningkatkan kapasitas paru-paru dalam menyerap oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida.

Oksigen penting untuk pembakaran energi, baik bagi otot maupun otak. Dengan oksigen yang cukup, Anda akan lebih dapat menghindar dari rasa lemas dan kantuk.

Karena itu, bulan puasa tidak berarti Anda harus tidak olahraga sama sekali. Olahraga aerobik seperti senam, joging, dan sepeda santai tetap perlu 2-3 kali seminggu.

Ini dapat menjaga tubuh Anda tetap bugar dan saat puasa tidak lemas.

Bernapas Lebih Dalam

Cara lain untuk meningkatkan penyerapan oksigen oleh paru-paru adalah dengan membiasakan diri bernafas dalam-dalam. Ini memberikan waktu bagi oksigen dan karbon dioksida untuk saling bertukar di alveolus paru.

Hasilnya, dengan kadar oksigen yang cukup, Anda akan terjaga dari rasa kantuk dan lemas ketika berpuasa.

Minum Susu Supergoat saat Sahur

Susu bubuk Supergoat memiliki beragam kandungan yang bisa membuat Anda tidak lemas selama berpuasa. Di antaranya:

  1. Protein yang bikin perut kenyang lebih lama;
  2. Gula aren yang memberi eneri tanpa risiko gula darah tinggi;
  3. Serat inulin yang bagus untuk menyehatkan pencernaan dan mengontrol gula darah; dan
  4. Air yang mencegah dehidrasi.

Dengan demikian, minum segelas susu Supergoat dapat membuat puasa Anda lebih bersemangat dan tidak lemas.

Demikian 14 tips agar puasa tidak lemas sehingga Anda bisa lebih produktif dan waktu Ramadan dapat lebih bermanfaat.

Jika Anda merasa info ini bermanfaat, silakan teruskan ke orang di sekitar Anda dengan menekan tombol berbagi ke media sosial yang tersedia.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Artikel Terkait:

Berlanggaan Gratis!

Dapatkan pemberitahuan artikel menarik dari Supergoat, dengan berlangganan newsletter dibawah ini. Terimakasih :)

Tinggalkan komentar

Ingin Jadi Mitra Kami?

Isi form ini dan kami akan menghubungi Anda.

Pastikan data di atas sudah benar, setelah klik Join Mitra, Anda akan dibawa ke chat WA admin, silakan lanjutkan klik kirim dan jangan hapus pesan.

Form Pemesanan Supergoat

Penting!! Pastikan data di atas sudah benar, setelah klik Pesan Supergoat, Anda akan dibawa ke chat WA admin, silakan lanjutkan klik kirim dan jangan hapus pesan.