fbpx

Keutamaan Sholat Tarawih Yang Belum Banyak Diketahui Muslim

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Bulan Ramadhan adalah bulan yang paling umat Muslim nantikan. Ada banyak ibadah sakral yang hanya ada di bulan Ramadhan, salah satunya adalah sholat tarawih. Apa saja keutamaan sholat tarawih? Di artikel ini kita akan membahas fakta-fakta sholat tarawih yang belum banyak diketahui Muslim.

Pahala Besar Sholat Tarawih Di Bulan Ramadhan

Sholat tarawih adalah ibadah sholat yang hanya ada selama bulan Ramadhan saja, tidak ada di bulan-bulan lainnya.

Nama “tarawih” berasal dari bahasa Arab yang berarti “duduk istirahat setelah berdiri”, karena raka’at sholat tarawih dibagi per 2 raka’at lalu salam dan duduk sebentar.

Di antara amalan-amalan bulan puasa lainnya, sholat tarawih adalah ibadah paling ampuh untuk menghapus dosa. Nabi Muhammad SAW melalui Abu Huroiroh RA pernah mengatakan bahwa:

عن أَبي هريرة – رضي الله عنه – أنَّ رسول الله – صلى الله عليه وسلم – ، قَالَ : (( مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيماناًوَاحْتِسَاباً غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ )) متفقٌ عَلَيْهِ

“Dari Abu Huroiroh RA, Rasulullah SAW pernah bersabda, ‘Barangsiapa yang melakukan shalat di bulan Ramadhan karena dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, pasti diampuni dosanya yang telah lalu (HR. Muslim & Bukhori).”

Hukum Asal Sholat Tarawih: Wajib Atau Sunnah?

SubhanAllah, menakjubkan bukan karomah sholat tarawih selama bulan Ramadhan?

Meski pun begitu, hukum sholat tarawih bukanlah wajib, melainkan sunnah muakkad (sunnah yang sangat dianjurkan).

Ini sesuai dengan petunjuk Rasulullah SAW di masa lalu, saat beliau sengaja meninggalkan masjid beberapa kali di waktu sholat tarawih. Begitu sahabat Rasul menanyakan tentang hal ini, Rasulullah SAW menjawab sebagai berikut.

مَا زَالَ بِكُمُ الَّذِى رَأَيْتُ مِنْ صَنِيعِكُمْ ، حَتَّى خَشِيتُ أَنْ يُكْتَبَ عَلَيْكُمْ ، وَلَوْ كُتِبَ عَلَيْكُمْ مَا قُمْتُمْ بِهِ

Kalian masih melakukan apa yang aku lihat dari sikap kalian. Aku khawatir shalat ini akan diwajibkan bagi kalian. Kalau shalat tarawih diwajibkan, kalian tidak bisa melaksanakan (HR Bukhori).”

Berdasarkan kejadian di atas, para ulama akhirnya mengambil kesimpulan bahwa sholat tarawih hukumnya sunnah muakad, bukan wajib.

Fakta-Fakta Tentang Keutamaan Sholat Tarawih

Faktanya, ada beberapa keutamaan sholat tarawih yang sering kita abaikan. Keutamaan-keutamaan ini di Indonesia seringkali tergerus budaya dan stereotip, sehingga orang akan menganggap “tidak wajar” saat dilakukan.

Supaya tidak penasaran, langsung saja kita bahas tiga fakta keutamaan sholat tarawih yang mungkin belum Anda tahu. 

1. Sholat Tarawih Boleh Dilakukan Sendiri

Fakta pertama keutamaan sholat tarawih di bulan Ramadhan adalah sholat ini bisa kita lakukan sendiri, tanpa imam.

Loh, kok bisa?

Seperti sholat Dhuha dan Id, sholat tarawih adalah tipe sholat sunnah yang boleh kita lakukan sendiri maupun berjamaah. Hukum ini sesuai dengan peristiwa ketidakhadiran Nabi ke masjid seperti yang ada di atas.

مَا زَالَ بِكُمُ الَّذِى رَأَيْتُ مِنْ صَنِيعِكُمْ ، حَتَّى خَشِيتُ أَنْ يُكْتَبَ عَلَيْكُمْ ، وَلَوْ كُتِبَ عَلَيْكُمْ مَا قُمْتُمْ بِهِ فَصَلُّوا أَيُّهَا النَّاسُ فِى بُيُوتِكُمْ ، فَإِنَّ أَفْضَلَ صَلاَةِ الْمَرْءِ فِى بَيْتِهِ ، إِلاَّ الصَّلاَةَ الْمَكْتُوبَةَ

Kalian masih melakukan apa yang aku lihat dari sikap kalian. Aku khawatir shalat ini akan diwajibkan bagi kalian. Kalau shalat tarawih diwajibkan, kalian tidak bisa melaksanakan. Hendaknya kalian shalat di rumah-rumah kalian karena sesungguhnya shalat seseorang yang terbaik adalah di rumahnya kecuali shalat fardhu. (HR. Bukhori)”

Meski sholat tarawih boleh kita lakukan sendiri di rumah, akan tetapi anjuran utamanya tetap sholat dengan imam, sesuai dengan hadits riwayat An-Nasai berikut ini.

إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةً

Siapa yang shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh. (HR An-Nasai)”

2. Tidak Ada Batasan Raka’at Sholat Tarawih

Kurang benar kiranya jika ada yang menyebut raka’at sholat tarawih minimal 8 raka’at dan maksimal 23 raka’at, karena tidak ada hadits yang menyebutkan hal itu.

Banyak sahabat Nabi dan ulama’ memiliki perbedaan pandangan tentang raka’at sholat tarawih.

Contohnya saja Umar bin Khattab, yang melakukan sholat tarawih sebanyak 23 raka’at termasuk witir. Contoh lainnya adalah Imam Al-Hambali, yang menyebutkan shalat tarawih punya 39 raka’at termasuk witir.

Akan tetapi berdasarkan contoh Rasulullah SAW, sholat tarawih yang paling sering beliau lakukan adalah sholat 11 sampai 13 raka’at termasuk witir.

3. Hadits Tentang 30 Hari Keutamaan Ramadhan Itu Palsu

Salah satu keutamaan sholat tarawih yang sering kita dengar adalah yang ada dalam hadits 30 hari keutamaan Ramadhan. Hadits tersebut menjelaskan keutamaan tiap-tiap malam di bulan Ramadhan dan pahala yang menyertainya.

Akan tetapi kenyataannya, hadits ini memiliki hukum dhaif (teragukan kebenarannya/palsu).

Terkait dengan hari-hari mulia di bulan Ramadhan, hadits-hadits yang termasuk hasan/shahih adalah keutamaan 10 hari terakhir Ramadhan. Selengkapnya akan kami jelaskan di tips menjalani sholat tarawih dengan hikmat berikut ini.

Tips Menjalani Sholat Tarawih Dengan Lebih Hikmat

Setelah mengetahui keutamaan sholat tarawih, sudah paham bukan betapa ruginya jika kita meninggalkan amalan spesial bulan Ramadhan ini?

Nah, agar Anda bisa lebih konsisten dan hikmat menjalankan ibadah sholat tarawih, berikut ini tips-tips yang bisa Anda lakukan.

Jangan Makan Terlalu Banyak Saat Buka Puasa

Tips menjalani sholat tarawih pertama adalah jangan terlalu banyak makan saat buka puasa.

Momen berbuka memang momen penuh sukacita yang membuat kita bisa makan apa saja setelah menahan lapar. Akan tetapi bukan berarti kita harus memenuhi seluruh rongga perut kita dengan makanan.

Sebaiknya saat berbuka, makan dan minumlah sampai dahaga dan keroncongan hilang saja. Misalnya dengan mengonsumsi kurma dan susu kambing dulu, atau kolak dan air putih, atau makanan dengan bobot sejenis.

Ini perlu Anda lakukan agar saat sholat tarawih, Anda tidak mudah lelah dan mengantuk.

Persiapkan Perangkat Sholat Sebelum Isya

Agar tarawih lebih hikmat, sebaiknya persiapkan perangkat sholatnya langsung setelah berbuka puasa.

Jika Anda sholat tarawih di masjid, persiapkan mukenah/sarung, sajadah, tasbih, uang sumbangan masjid, dan lainnya yang ingin Anda bawa.

Agar lebih hikmat, sebaiknya Anda berwudhu dulu sebelum berangkat, agar sampai ke masjid dalam keadaan suci.

Jika sholat tarawih ingin Anda lakukan di rumah, Anda bisa mempersiapkan mihrab dan peralatan sholat dengan sebersih dan serapi mungkin. Dengan demikian Anda dan keluarga dapat sholat tarawih dengan hikmat meski hanya di rumah.

Yang Penting Bukan Raka’at, Tapi Khusyuknya

Tips selanjutnya yang perlu Anda perhatikan sebelum sholat tarawih adalah perihal raka’at.

Dikarenakan hukumnya sunnah, tidak ada batasan raka’at sholat tarawih yang menimbulkan dosa bagi kita. Jadi silakan sesuaikan raka’at sholat tarawih Anda dengan yang paling Anda senangi.

Misalnya jika Anda merasa cukup khusyuk sholat tarawih 11 raka’at, tidak perlu memaksakan diri mengambil 23 raka’at, begitu pun sebaliknya. 

Meningkatkan Ibadah di 10 Hari Terakhir Ramadhan

Tips terakhir yang paling penting tentang sholat tarawih adalah mengencangkannya di 10 hari terakhir Ramadhan.

10 hari terakhir puasa adalah masa-masa paling giat Rasulullah SAW dalam melakukan ibadah di bulan Ramadhan. Bahkan istri kesayangan Rasul SAW, Aisyah RA, pernah menyampaikan sebagaimana berikut ini:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: – كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا دَخَلَ اَلْعَشْرُ -أَيْ: اَلْعَشْرُ اَلْأَخِيرُ مِنْ رَمَضَانَ- شَدَّ مِئْزَرَهُ, وَأَحْيَا لَيْلَهُ, وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ – مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa ketika memasuki 10 Ramadhan terakhir, beliau bersungguh-sungguh dalam ibadah (dengan meninggalkan istri-istrinya), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah. (HR. Bukhori & Muslim)”

Oleh karenanya, memasuki 10 hari terakhir Ramadhan, sebaiknya kita meningkatkan ibadah kita, terutama ibadah setelah tarawih.

Selama 10 hari terakhir ini, perbanyak mengaji, sholat malam, i’tikaf, dan berdzikir setelah tarawih agar keutamaan sholat tarawih dan bulan Ramadhan bisa kita capai semaksimal mungkin.

Penutup

Alhamdulillah, keutamaan sholat tarawih benar-benar banyak dan bertabur pahala!

Oleh karena itu, mari kita semua bersama-sama meningkatkan ketaqwaan di sisa-sisa bulan Ramadhan ini dengan menyempurnakan tarawih kita.

Semoga Allah SWT merahmati semua ibadah yang kita usahakan, Aammiin.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Artikel Terkait:

Berlanggaan Gratis!

Dapatkan pemberitahuan artikel menarik dari Supergoat, dengan berlangganan newsletter dibawah ini. Terimakasih :)

Tinggalkan komentar

Ingin Jadi Mitra Kami?

Isi form ini dan kami akan menghubungi Anda.

Pastikan data di atas sudah benar, setelah klik Join Mitra, Anda akan dibawa ke chat WA admin, silakan lanjutkan klik kirim dan jangan hapus pesan.

Form Pemesanan Supergoat

Penting!! Pastikan data di atas sudah benar, setelah klik Pesan Supergoat, Anda akan dibawa ke chat WA admin, silakan lanjutkan klik kirim dan jangan hapus pesan.