fbpx

Pahala Berlipat Ganda di Balik Keutamaan Sedekah Makanan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Memberi makan orang lain ternyata merupakan bentuk sedekah yang berpahala besar bahkan sama dengan amal jariyah.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Ada satu satu amalan ibadah yang Allah SWT cintai, yaitu bersedekah. Namun pernahkah Anda bertanya-tanya yang lebih utama, sedekah dalam bentuk uang atau makanan? Ternyata memberi makanan kepada orang lain mempunyai keutamaan yang lebih besar. Keutamaan sedekah makanan bahkan sama dengan amal jariyah seperti membangun masjid, sedekah Al-Qur’an, dan seterusnya.

Hadis Mengenai Utamanya Sedekah Makanan

Pernah ada seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah, perbuatan apa setelah ibadah wajib yang paling besar pahalanya? Maka Nabi SAW menjawab, berikanlah makan kepada orang lain dan sebarkan salam kepada orang yang kau kenal atau pun tidak. Jadi ada anjuran mengenai sedekah makanan pada hadis tersebut.

Selain hadis tersebut, ada pula hadis sahih riwayat Bukhari Muslim yang menyinggung mengenai sedekah makanan. Dari Abdullah bin Salam, dalam sabadanya Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk mengerjakan 4 amalan. Pertama adalah menyebarkan salam, kedua, memberi makan orang lain, ketiga, menjalin silaturahim, dan terakhir, shalat di malam hari saat orang lain tengah tertidur.

Pahala dari  4 macam ibadah tersebut adalah kita akan masuk ke dalam surga-Nya dengan sambutan yang meriah.

Nabi Ibrahim AS juga sangat menyukai jika rumahnya mendapatkan kunjungan tamu dan beliau tidak makan baik di pagi maupun sore hari kecuali menjamu tamu. Begitu inginnya mengamalkan ibadah mulia ini, Nabi Ibrahim AS bahkan rela menempuh perjalanan 1 sampai 2 mil demi mencari orang lain untuk beliau ajak bersama.

Keutamaan Sedekah Makanan Sama Dengan Amal Jariyah

Sebagian ulama mengatakan bahwa memberi makan orang lain termasuk amal jariyah. Menurut Dr. Khalid Zeed Abdullah Basalamah, Lc., M.A yang mengutip hadis sahih riwayat Imam Ahmad:

“Tidak ada makanan atau minuman yang dihidangkan untuk orang lain kecuali Allah jadikan bagian makanan dan minuman itu berkah”.

Lebih lanjut Ustadz asal Makassar itu menjelaskan bahwa makna berkah pada hadis tersebut adalah makanan yang kita sedekahkan akan menjadi bagian tubuh orang lain. Ini misalnya darah, otot, tulang, dan sebagainya. Bahkan sebutir kurma, gandum, atau beras sekali pun yang telah kita niatkan sebagai sedekah akan mendapat limpahan berkah dari Allah SWT.

Artinya selama unsur makanan tersebut masih tertinggal pada tubuhnya, atau yang bersangkutan belum wafat maka akan menjadi amal jariyah bagi si pemberi. Jadi jika penerima sedekah mengamalkan berbagai amal ibadah kita akan turut mendapatkan aliran pahalanya. Begitu luar biasa keajaiban sedekah makanan sehingga sepatutnya menjadi kebiasaan dalam gaya hidup kita umat Islam.

Waktu yang Dianjurkan Untuk Bersedekah

Sebenarnya tidak ada waktu tertentu bagi kita untuk melakukan amalan tersebut, jadi kapan pun Anda boleh bersedekah. Ini misalnya yang termudah adalah sedekah makanan ke tetangga untuk mempererat tali silaturahim. Bersedekah makanan juga boleh bagi siapa saja, baik mereka yang fakir atau berkecukupan.

Meski demikian Rasulullah SAW menganjurkan untuk meningkatkan ibadah pada hari jumat sebagaimana yang beliau sabdakan dalam hadis riwayat Abi Syaiban:

“Sedekah itu dilipatgandakan pahalanya pada hari jumat (yakni bila sedekah itu pada hari jumat, maka pahala berlipat ganda dari hari-hari lain.”

Ibnul Qoyim pernah bercerita mengenai kebiasaan bersedekah Ibnu Taimiyah:

“Saya pernah melihat Ibnu Taimiyah apabila beliau berangkat jumatan, beliau membawa apa yang ada di rumah, baik roti atau yang lainnya, dan beliau sedekahkan kepada orang di jalan dengan diam-diam,” katanya.

Anda juga dapat meneladani perbuatan mulia tersebut, termasuk di hari-hari selain jumat. Terlepas dari keutamaan sedekah yang bernilai sama dengan amal jariyah, amalan juga akan akan melindungi kita dari di hari akhir nanti. Rasulullah bersabda:

“Sesungguhnya sedekah itu dapat memadamkan panas kuburan dari penghuninya. Dan sesungguhnya orang mukmin pada hari Kiamat kelak akan bernaung di bawah naungan sedekahnya.” (HR Ath-Thabrani dan al-Baihaqi).

Kesimpulan

Di antara amalan sedekah yang lain, bersedekah dalam bentuk makanan adalah yang paling utama. Ini karena keutamaan sedekah makanan sebanding dengan amal jariyah yang tak terputus pahalanya. Selama unsur makanan sedekah kita masih menjadi bagian dari tubuh si penerima, maka kita turut mendapatkan limpahan pahala dari amal ibadahnya.

Hari jumat merupakan waktu istimewa untuk beribadah karena Allah SWT akan melipatgandakan pahala kita, termasuk untuk bersedekah makanan. Selain pahala yang besar, rajin melakukan amalan sedekah akan memberikan perlindungan bagi kita di hari kiamat kelak. Semoga menginspirasi.

Subscribe laman ini sekarang juga agar Anda selalu update dengan informasi seputar kesehatan dan gaya hidup bersama Supergoat!

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Artikel Terkait:

Berlanggaan Gratis!

Dapatkan pemberitahuan artikel menarik dari Supergoat, dengan berlangganan newsletter dibawah ini. Terimakasih :)

Tinggalkan komentar

Ingin Jadi Mitra Kami?

Isi form ini dan kami akan menghubungi Anda.

Pastikan data di atas sudah benar, setelah klik Join Mitra, Anda akan dibawa ke chat WA admin, silakan lanjutkan klik kirim dan jangan hapus pesan.

Form Pemesanan Supergoat

Penting!! Pastikan data di atas sudah benar, setelah klik Pesan Supergoat, Anda akan dibawa ke chat WA admin, silakan lanjutkan klik kirim dan jangan hapus pesan.