fbpx

Jenis Protein Berdasarkan Sumber dan Fungsinya dalam Tubuh

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Memahami berbagai jenis protein, akan semakin menyadarkan Anda bahwa nutrisi ini penting untuk Anda penuhi.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Anda tentu sudah tahu bahwa protein merupakan zat yang penting bagi tubuh. Namun, itu belum cukup. Untuk memperluas wawasan, sebaiknya Anda memahami juga jenis protein.

Faktanya, protein itu beragam. Hanya perlu Anda ketahui, pembagian jenisnya dapat didasarkan pada dua tinjauan:

  • Berdasarkan sumbernya
  • Berdasarkan fungsinya dalam tubuh

Untuk menyempurnakan pemahaman Anda, kami akan membahas jenis-jenis protein dari dua tinjauan di atas.

Jenis Protein Berdasarkan Sumbernya

Kategorisasi yang paling familiar ketika membahas protein adalah berdasarkan sumber. Ada 2 jenis protein dalam pembahasan ini.

1. Protein Hewani

Jenis Protein Hewani

Rata-rata, daging atau produk hewan yang akrab manusia konsumsi mengandung protein dalam kadar yang tinggi. Baik itu daging unggas, sapi, kambing, ikan, hingga berbagai jenis susu hewani.

Jenis protein hewani ini umumnya mengandung asam amino esensial yang berjumlah 9 secara lengkap. Makanya, sering orang menyebutnya sebagai sumber protein komplit.

Kesembilan asam amino esensial ini antara lain:

  • Isoleusin
  • Lisin
  • Leusin
  • Valin
  • Treonin
  • Histidin
  • Metionin
  • Fenilalanin
  • Triptofan

Tentu saja, kesembilan asam amino di atas sangat tubuh butuhkan. Mulai dari mendukung fungsi otak dan kecerdasan, meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan penyerapan kalsium, dan banyak lagi.

2. Protein Nabati

Jenis Protein Nabati

Adapun protein nabati, merupakan sumber protein yang berasal dari tanaman. Baik itu kacang-kacangan, biji-bijian, sayuran, hingga buah-buahan. 

Jenis protein nabati juga umumnya mengandung asam amino esensial yang tubuh butuhkan. Hanya saja, umumnya tidak lengkap.

Medical News Today mencatat, hanya sebagian makanan seperti Quinoa saja yang memiliki kelengkapan asam amino esensial.

Namun pada sisi lain, makanan dengan sumber protein nabati memiliki beberapa kelebihan yang tidak dimiliki hewani, antara lain:

  • Proporsi lemak tidak jenuhnya lebih tinggi ketimbang lemak jenuh. Pada sumber hewani, umumnya berkebalikan.
  • Umumnya mengandung zat bernama isoflavon yang membantu menurunkan kadar kolesterol.
  • Bagi yang sedang diet, protein nabati cocok karena kadar kalorinya umumnya lebih rendah dengan protein hewani dalam takaran yang sama.

Jenis Protein Berdasarkannya Fungsinya

Jika sumber asam amino esensial berasal dari makanan hewani maupun nabati, maka asam amino non esensial adalah struktur terkecil protein yang dapat diproduksi sendiri oleh tubuh.

Baik asam amino esensial dan non esensial, keduanya memiliki fungsi yang bekerja saling mendukung ketika diserap oleh bagian-bagian tubuh manusia. Setidaknya, ada delapan jenis protein berdasarkan fungsinya yang ada dalam tubuh manusia

1. Protein Hormonal

Protein hormonal adalah protein yang menjadi bahan kimia dasar yang membentuk hormon dalam tubuh manusia.

Hormon ini memiliki fungsi mengantarkan pesan melalui aliran darah dari satu sel ke sel yang lain. 

Perlu diketahui, sel-sel tertentu di dalam tubuh manusia memiliki reseptor spesifik yang membuat hormon mampu menempel di sel tersebut. Sel yang dimaksud inilah yang bernama sel target. Jadi, hormon tidak akan menempel pada sel yang tak memiliki reseptor spesifik ini,

Salah satu jenis protein hormonal yang terkenal adalah hormon insulin. Hormon ini disekresi oleh pankreas dan berguna untuk mengatur kadar gula darah dalam tubuh.

2. Protein Enzimatik

Protein enzimatik adalah protein yang fungsinya membentuk enzim. Bagi tubuh manusia, enzim ini sangat penting karena mampu mempermudah proses reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh manusia.

Beberapa diantaranya adalah proses metabolisme yang terjadi di dalam sel, pencernaan, pembekuan darah, dan lainnya. Dalam kasus pencernaan, enzim ini membantu tubuh memecah makanan sehingga bentuknya lebih sederhana dan mudah diserap oleh tubuh.

3. Protein Defensif (Antibodi)

Protein antibodi adalah jenis protein yang membentuk antibodi atau pertahanan dalam tubuh. Fungsinya melindungi tubuh dari berbagai organisme atau zat yang asing. 

Antibodi ini terbentuk di dalam sel darah putih dan aktif menyerang virus, bakteri, serta berbagai mikro organisme lainnya yang berbahaya. Dengan demikian, resiko penyakit bisa berkurang dengan optimalnya protein di dalam tubuh.

4. Protein Struktural

Protein struktural adalah protein yang menjadi komponen penting dalam menyusun bangunan tubuh dari tingkat sel, sering juga disebut protein berserat.

Fungsinya adalah membentuk kerangka penghubung otot, tendon, tulang, hingga kulit. Demikian pula dengan rambut, kuku, kulit, serta gigi. Contoh protein struktural yang terkenal adalah keratin, kolagen, serta elastin.

5. Protein Penyimpanan 

Protein penyimpanan adalah protein yang berfungsi menjadi cadangan biologis yang menyimpan zat tertentu. Dengan demikian, zat-zat tersebut hanya akan tubuh gunakan ketika kondisi membutuhkannya.

Salah satu contoh protein penyimpanan adalah feritin. Jenis protein ini menyimpan zat besi dan menjaga tubuh Anda kelebihan zat besi. Selain feritin, ada juga ovalbumin dan kasein yang memiliki fungsinya masing-masing.

6. Protein Transpor

Protein transpor adalah protein yang membawa molekul-molekul penting ke berbagai sel yang ada dalam tubuh manusia.

Contoh protein ini salah satunya hemoglobin yang berfungsi membawa oksigen dari paru-paru ke berbagai jaringan tubuh. Ada juga albumin serum yang membawa lemak ke aliran darah, calbindin yang memfasilitasi penyerapan kalsium dari dinding usus tubuh Anda.

7.  Protein Penggerak (Kontraktil)

Protein penggerak memiliki fungsi spesifik dalam mengatur kecepatan dan kekuatan pada otot dan jantung manusia.

Contoh protein dalam jenis ini adalah aktin dan miosin. Keduanya membantu tubuh Anda saat melakukan kontraksi saat otot Anda sedang bergerak.

8. Protein Reseptor

Protein reseptor adalah protein yang terletak di bagian luar sel. Fungsinya adalah mengontrol zat yang keluar masuk ke dalam sel. Termasuk, air serta berbagai nutrisi.

Kesimpulan

Sudah sangat jelas, protein itu merupakan hal yang sangat penting bagi tubuh manusia. Hanya saja, khasiatnya akan optimal jika Anda mampu memenuhi asupan hariannya sesuai kebutuhan.

Untuk optimalisasinya, Kementerian Kesehatan menyarankan wanita dewasa mengkonsumsi 56-59 gram per hari, sedangkan pria 62-66 gram per hari.

Anda bisa memenuhinya dari berbagai jenis protein berdasarka sumbernya, baik yang terkategori hewani maupun nabati. Termasuk, dengan mengkonsumsi susu kambing etawa dari Supergoat.

Selain mengandung asam amino esensial yang lengkap, susu kambing juga memiliki berbagai nutrisi lain yang tubuh butuhkan. Yuk hidup sehat bersama Supergoat!

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Artikel Terkait:

Berlanggaan Gratis!

Dapatkan pemberitahuan artikel menarik dari Supergoat, dengan berlangganan newsletter dibawah ini. Terimakasih :)

Tinggalkan komentar

Ingin Jadi Mitra Kami?

Isi form ini dan kami akan menghubungi Anda.

Pastikan data di atas sudah benar, setelah klik Join Mitra, Anda akan dibawa ke chat WA admin, silakan lanjutkan klik kirim dan jangan hapus pesan.

Form Pemesanan Supergoat

Penting!! Pastikan data di atas sudah benar, setelah klik Pesan Supergoat, Anda akan dibawa ke chat WA admin, silakan lanjutkan klik kirim dan jangan hapus pesan.