fbpx

9 Efek Samping Susu Kambing: Penyebab dan Penanganannya

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Efek samping susu kambing bukan persoalan jika Anda tahu cara menanganinya. Mau tahu?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Sebelum memutuskan untuk rutin mengkonsumsi susu kambing, Anda mungkin bertanya-tanya, “Adakah efek samping susu kambing ketika mengkonsumsinya?”

Sebagaimana makanan, minuman, serta obat-obatan, sesungguhnya potensi efek samping selalu ada. Termasuk, pada susu kambing. Jadi, ini merupakan hal wajar.

Hanya saja, jika Anda tahu penyebabnya, semua efek samping menjadi tak berarti. Hal itu karena secara otomatis Anda akan tahu bagaimana menyiasatinya. 

Tentu saja, pada akhirnya, yang akan Anda dapat dari susu kambing hanyalah manfaatnya. Mau kan?

Jika mau, mari tuntaskan membaca artikel ini.

Efek Samping Susu Kambing Etawa

Tak perlu ragu dan bingung lagi mengkonsumsinya apabila sudah membaca artikel ini!

1. Sakit Kepala

Sakit kepala ketika minum susu kambing memiliki penjelasan secara medis. 

Ringkasnya, ini terjadi sebagai pengaruh detoksifikasi atau proses pengeluaran racun-racun dalam tubuh.

Perlu Anda ketahui, susu kambing terkenal mampu membunuh berbagai bakteri jahat. Dengan demikian, tubuh Anda bisa semakin sehat.

Hanya harus Anda ingat, detoksifikasi membutuhkan oksigen berlebih. Fakta ini bisa jadi masalah ketika Anda punya kadar gula rendah atau sedang diet.

Tapi tenang, itu bukan tanda bahaya kok. Solusi yang bisa Anda lakukan, sambil merutinkan kebiasaan minum susu kambing, Anda bisa banyak konsumsi air putih dan asupan yang mampu meningkatkan kadar gula. Antara lain:

  • Crackers
  • Kurma
  • Kismis
  • Madu
  • Pisang
  • Selai kacang

Insya Allah, jika Anda mengimbanginya dengan mengkonsumsi berbagai makanan di atas, sakit kepala tak akan terjadi lagi.

2. Sakit perut dan muntah

Kondisi perut yang tiba-tiba tak enak, bahkan sampai muntah, mungkin juga Anda rasakan.

Pada umumnya, reaksi semacam ini menunjukan bahwa Anda memiliki intoleransi laktosa. 

Laktosa sendiri merupakan salah satu jenis gula dalam susu. Bukan hanya pada susu kambing, susu sapi juga memilikinya. Bedanya, susu kambing memiliki kadar laktosa lebih rendah (12% per cangkir).

Untuk menangani rasa mual karena laktosa, Anda bisa melakukan beberapa upaya. Antara lain:

  • Coba dulu sedikit untuk mengetes reaksi tubuh.
  • Konsumsi susu segera setelah Anda mengisi perut dengan makan.

Meskipun mual mungkin terjadi, tapi pada susu kambing potensinya lebih rendah ketimbang susu sapi. Jadi, bagi Anda yang punya intoleransi laktosa, sudah tahu kan susu mana yang sebaiknya Anda jadikan pilihan?

3. Sulit tidur

Susu, termasuk susu kambing, memang punya kemampuan untuk membuat tidur Anda lebih nyenyak. Namun jika Anda kurang tepat dalam mengkonsumsinya, pada saat yang sama, susu ini bisa bikin Anda sulit tidur.

Kok bisa?

Harus Anda pahami, kandungan pada susu kambing dapat membuat Anda segar, semangat, dan bergairah.

Jadi, ketika Anda mengkonsumsinya beberapa saat sebelum berniat tidur, bisa jadi niat Anda akan berubah. Anda akhirnya tak lelah lagi dan akhirnya susah tidur.

Jika Anda tak menghendaki susah tidur, maka sebaiknya beri waktu jeda sekitar 2 jam antara minum susu dan sebelum waktu tidur. Maka jika Anda biasa tidur pukul 9 malam, konsumsilah susu sekitar pukul 7 malam. 

Mudah kan menanganinya?

4. Sering buang angin dan buang air besar lebih bau

Ketika mengkonsumsi susu kambing, Anda juga berpotensi lebih sering kentut. Bahkan, jangan heran jika aromanya lebih bau dari biasanya.

Bukan hanya itu, feses Anda mungkin berwarna lebih gelap dengan bau semakin tak sedap.

Apakah ini berbahaya?

Kabar baiknya, itu bukanlah persoalan. Tak berbahaya sama sekali.

Efek ini merupakan reaksi normal dari proses detoksifikasi yang susu kambing berikan untuk tubuh Anda. Akibat kandungan gas meningkat, maka meningkat pula kandungan yang keluar.Hal terpenting justru tubuh Anda akan bersih dari racun. 

Namun, Anda bisa mengendalikannya dengan mudah. Cukup memperbanyak minum air putih, efek samping ini dapat terkontrol.

5. Berpotensi membuat berat badan meningkat

Kandungan lemak pada susu kambing lebih tinggi dari susu sapi. Potensi menggemukan badan ada pada minuman ini.

Bagi Anda yang berniat meningkatkan berat badan, tentu ini merupakan informasi bagus. Namun, bagaimana jika sebaliknya? Apakah yang sedang menjalani program diet perlu menghindari susu kambing?

Jawabannya, tidak perlu.

Anda bisa kontrol waktu minumnya agar efek samping meningkatkan berat badan dapat berubah. Bahkan, dengan pengontrolan ini, Anda bisa dapati susu kambing membantu program diet Anda.

Minumlah susu kambing ini malam hari, 2 jam sebelum tidur. 

Kandungan pada 1 cangkir susu kambing bisa membuat perut Anda merasa kenyang. Imbasnya, hasrat Anda untuk ngemil semalaman akan tertahan. 

Anda tahu kan, kontrol nafsu makan itu hal esensial dalam program diet? 

6. Infeksi

Efek samping susu kambing bagi ibu hamil bisa saja terjadi dalam bentuk infeksi. Anda perlu menyadari hal ini.

Biasanya, itu karena susu yang dikonsumsi dalam kondisi segar (mentah). Perlu Anda catat, dalam susu segar ada potensi kandungan bakteri, mikroba, dan hal-hal lain yang mungkin berbahaya bagi ibu hamil.

Namun, efek samping itu tak mungkin terasa jika Anda mengkonsumsi susu yang sudah diolah sedemikian rupa, dari pasteurisasi hingga pengemasan. 

Kata kuncinya, Anda hanya perlu memilih susu kambing yang higienis. Tentu saja, dengan kandungan gizi yang tetap tinggi.

7. Sabun susu kambing membuat alergi minum susu kambing

Anda termasuk orang yang berminat dengan sabun susu kambing?

Bagi yang belum tahu, susu kambing juga kerap dijadikan campuran dalam pengolahan sabun. Kandungannya memiliki banyak khasiat bagi kulit. Mulai dari melembabkan kulit, melarutkan sel kulit mati, hingga mencegah eksim.

Namun, ada penelitian menarik mengenai efek samping susu kambing untuk wajah dan kulit ini.

Sebuah penelitian yang terbit pada tahun 2017, menunjukan bahwa penggunaan sabun susu kambing memicu reaksi alergi terhadap konsumsi susu kambing dan berbagai produk lainnya.

Jika Anda khawatir dengan hal di atas, maka tetaplah konsumsi susu kambing untuk minuman, lalu cari alternatif sabun yang baik untuk kulit. Insya Allah banyak pilihan kok.

8. Memicu penyakit pada bayi di bawah 1 tahun

Kandungan yang ada pada susu kambing bisa jadi berbahaya bagi bayi di bawah usia 1 tahun. Efek samping susu kambing untuk bayi ini disebabkan tingginya kandungan sodium, klorida, dan potasium yang tak cocok bagi ginjal bayi. Adapun efek samping susu kambing untuk balita relatif aman.

Sebenarnya, ini bukan hanya efek dari susu kambing. Bahaya yang sama bisa juga timbul dari susu sapi.

Jadi, Anda sebaiknya tunda dulu pemberiannya hingga usia anak diatas 1 tahun. Sebagai gantinya, berikan ASI eksklusif secara optimal untuk kesehatan bayi Anda. 

Nah, fakta menariknya, meski tak cocok secara langsung diberikan kepada bayi, namun susu kambing punya pengaruh bagus bagi kualitas ASI. 

Dari berbagai penelitian, terbukti bahwa mengkonsumsi susu kambing dari hamil hingga proses menyusui itu sangat baik. Hal ini disebabkan kekayaan nutrisinya, terutama keberadaan Vitamin B2.

Jadi sebenarnya, susu kambing juga baik bagi bayi dibawah 1 tahun. Namun, pengaruh baiknya bersifat tidak langsung.

9. Mengganggu hidung (indera penciuman)

Kambing, termasuk susunya, berpotensi mengganggu indera penciuman Anda. Hal itu karena aroma prengus yang ditimbulkannya.

Dalam kacamata ilmiah, aroma tak sedap ini berfungsi sebagai parfum pada kambing untuk menggoda lawan jenisnya. Sayangnya, banyak manusia bukannya tergoda, malah jadi mual.

Jika Anda termasuk orang yang terganggu dengan prengus dari susu kambing, Anda hanya perlu memilih susu kambing yang sudah diproses agar tidak bau prengus. Campuran elemen lain, seperti gula aren, bisa juga membuat efek samping ini tak terasa sama sekali.

Rekomendasi untuk Anda

Kalau Anda cermati berbagai efek samping di atas, dapat disimpulkan bahwa susu kambing tetap recomended untuk Anda minum. Kuncinya, Anda tahu dua hal:

  • Kualitas susunya; harus dipastikan bersih dan melalui proses terbaik sehingga gizinya terjaga serta aman dari berbagai bakteri berbahaya.
  • Cara minumnya; harus menyesuaikan dengan kebutuhan dan harapan Anda terhadap dampak baik dari susu kambing.

Untuk masalah kualitas, Anda bisa coba memulai rutinitas minum susu kambing dengan mengkonsumsi Supergoat.

Supergoat adalah susu kambing etawa bubuk dengan campuran gula aren. Dengan bahan pilihan dan proses terbaik, kandungan gizi pada Supergoat tetap terjaga dan bebas dari aroma prengus.

Anda bisa mulai dengan membeli sejumlah 8 Box. Jika dalam proses pengkonsumsian tak merasakan khasiatnya, Supergoat menggaransi pengembalian uang 100%.

Untuk masalah cara, Anda bisa cermati dengan baik artikel ini. Jika dirasa masih kurang, Anda bisa menambah wawasan lain seputar susu kambing dengan berlangganan artikel dari Supergoat.

Insya Allah, bersama Supergoat Indonesia, efek samping susu kambing tak jadi persoalan. Yuk mulai minum dari sekarang!

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Artikel Terkait:

Berlanggaan Gratis!

Dapatkan pemberitahuan artikel menarik dari Supergoat, dengan berlangganan newsletter dibawah ini. Terimakasih :)

Tinggalkan komentar

Ingin Jadi Mitra Kami?

Isi form ini dan kami akan menghubungi Anda.

Pastikan data di atas sudah benar, setelah klik Join Mitra, Anda akan dibawa ke chat WA admin, silakan lanjutkan klik kirim dan jangan hapus pesan.

Form Pemesanan Supergoat

Penting!! Pastikan data di atas sudah benar, setelah klik Pesan Supergoat, Anda akan dibawa ke chat WA admin, silakan lanjutkan klik kirim dan jangan hapus pesan.