fbpx

7 Cara Menyimpan Daging Sapi Tanpa Kulkas, Bisa Awet Hingga 1 Tahun

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Tidak semua rumah memiliki freezer. Untuk itu, tips menyimpan daging tanpa lemari pendingin ini akan sangat berguna.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Sebagian kaum muslimin biasanya menerima daging kurban ketika idul Adha. Bagi yang tidak punya lemari pendingin, tentu perlu tahu cara menyimpan daging sapi tanpa kulkas agar tidak busuk dan tetap awet.

Sebenarnya, Anda tidak memerlukan tips menyimpan daging tanpa kulkas tersebut jika Anda langsung memasak daging tersebut dalam 2-4 jam. Lebih dari itu, kualitas daging dapat menurun bahkan membusuk.

Untuk menghindari penurunan kualitas dan daging tetap dapat bertahan lama, berikut 10 cara menyimpan daging sapi tanpa kulkas.

1. Pisahkan Tanpa Dicuci

daging yang tak dicuci lebih segar dan awet

Ketika menerima daging, Anda mungkin tergoda untuk langsung mencucinya agar bersih. Sayangnya, hal itu justru membuat daging lebih cepat membusuk.

Ini karena kondisi lembab lebih mempercepat bakteri untuk berkembang. Selain itu, jika air yang digunakan tidak steril, kemungkinan kontaminasi silang dari air ke daging sangat besar.

Maka dari itu, Anda cukup memisahkan daging dari pembungkusnya tanpa perlu mencucinya. Simpan di dalam wadah tertutup. Kemudian, baru ketika akan dimasak makan Anda perlu mencucinya.

Namun, cara ini hanya memperpanjang kualitas daging hingga 4-6 jam sejak penyembelihan. Lewat dari itu, tidak akan berpengaruh banyak.

2. Merebus Daging Dalam Air Mendidih

daging rebus lebih awet daripada daging mentah tanpa kulkas

Cara lain untuk menyimpan daging tanpa kulkas agar tetap awet adalah dengan memasukkannya ke dalam air mendidih. Tujuannya adalah agar kuman dan bakteri yang menempel pada daging dapat mati sehingga mencegah daging membusuk.

Caranya, masak air dalam sebuah panci hingga mendidih. Setelah mendidih, masukkan daging selama 3-5 menit.

Angkat daging dan pindahkan ke panci lain yang bersih lalu tutup rapat-rapat. Selain membunuh kuman, cara ini juga sekaligus membuang kotoran ataupun darah yang menempel di daging.

Namun, metode merebus daging ini hanya memperpanjang usia daging hingga 6-12 jam. Setelahnya, Anda perlu mengulangi merebusnya lagi jika tidak ingin langsung memasaknya. Selain itu, risikonya, rasa dan kualitas dapat berkurang.

3. Menjemur di Bawah Terik Matahari

menyimpan daging tanpa kulkas dengan dijemur

Prinsip menyimpan daging tanpa freezer ini sama seperti saat membuat ikan kering.

Kuman dan bakteri membutuhkan air untuk tetap hidup dan berkembang. Dalam kondisi kering tak ada air, mereka akan kesulitan untuk hidup, apalagi berkembang. Karena itu pengeringan cukup efektif dalam mengawetkan daging.

Untuk mengaplikasikannya, Anda perlu mengiris daging yang Anda miliki menjadi bentuk yang tipis-tipis. Kemudian, lumuri semua permukaan daging dengan larutan air garam.

Setelah itu, Jemur pada sebuah papan, nampan, dan semacamnya di bawah terik matahari. Pastikan untuk menjemurnya hingga benar-benar kering agar tidak memberikan kesempatan bakteri untuk berkembang biak.

Dengan cara ini, Anda dapat mempertahankan daging tidak membusuk hingga 1-2 bulan.

4. Menggarami Daging

penggaraman daging membuat daging lebih awet

Teknik ini biasanya disebut dengan penggaraman. Tujuannya adalah menggunakan garam untuk:

  1. mengurangi kandungan air pada daging dengan prinsip osmosis (air tertarik pada garam yang pekat); dan
  2. mencegah jamur, bakteri, atau kuman berkembang dalam lingkungan yang tinggi kandungan garamnya.

Prinsip ini juga sering nelayan gunakan dalam membuat ikan asin.

Caranya, iris daging yang Anda miliki dalam bentuk tipis-tipis. Lalu, laburi semua permukaan daging dengan garam krosok (garam yang berbentuk kristal)–bukan larutan garam ya. Pastikan semua permukaan daging terlaburi dengan baik.

Masukkan daging yang telah Anda proses ke dalam wadah kering dan tutup rapat-rapat. Simpan dalam tempat yang kering, tidak lembab. Daging akan bisa bertahan hingga 2-3 bulan.

5. Merendam Dalam Larutan Garam (Brining)

Brining merendam daging dalam larutan garam

Brining merupakan salah satu teknik menggarami daging dengan tetap mempertahankan kelembutan teksturnya.

Caranya, larutkan garam dalam air dengan perbandingan 1 gelas garam dalam 2 gelas air. Jadi, larutan garam yang Anda dapatkan akan memiliki konsentrasi yang sangat tinggi.

Anda dapat memanaskan air tersebut agar garamnya cepat larut. Untuk menambah rasa dan aroma, Anda juga dapat menambahkan bumbu herbal lain seperti jahe, cengkeh, kayu manis, dan sebagainya.

Pastikan airnya cukup untuk merendam seluruh permukaan daging. Dengan kata lain, tidak ada permukaan daging yang berada di luar air.

Letakkan rendaman daging tersebut di tempat yang sejuk dan kering. Daging yang telah mengalami brining dapat bertahan berbulan-bulan jika Anda melakukannya dengan benar.

6. Mengasapi Daging

menyimpan daging tanpa kulkas lebih awet dengan pengasapan

Anda mungkin pernah mendengar tentang daging asap. Persis, metode ini membutuhkan Anda untuk mengasapi daging agar dapat awet dan tahan lama.

Saat diasapi, panasnya dapat membunuh bakteri sekaligus mengeringkan daging sehingga menjadi lebih awet. Selain itu, aroma asap juga memberikan sensasi tersendiri yang berbeda daripada daging kering yang dijemur.

Untuk melakukannya, Anda perlu memotong daging dalam bentuk yang tipis dan agak lebar. Letakkan daging di atas kayu atau panggangan. Gunakan sabut atau batok kelapa, tongkol jagung, atau kayu untuk mengasapi daging tersebut.

Upayakan api tidak menyala dan hanya mengalirkan asap saja agar hasilnya optimal. Selain itu, pastikan juga Anda mengasapi dagingnya sampai benar-benar kering.

Simpan daging asap tersebut di tempat yang kering agar dapat bertahan hingga 3-6 bulan.

7. Menjadikannya Makanan Kaleng

Makanan kaleng memiliki tingkat keawetan yang sangat tinggi karena nyaris tidak ada oksigen di dalamnya. Karena oksigen sangat penting bagi pertumbuhan bakteri, maka sangat sulit bagi bakteri untuk berkembang di sana.

Menjadikan daging sebagai makanan kaleng membutuhkan mesin atau alat tertentu yang agak mahal. Sebagai gantinya, Anda dapat menggunakan vacuum bag sealer yang lebih murah.

daging dalam vacuum bag lebih awet

Caranya, mirip seperti proses menggarami daging. Hanya saja, kali ini Anda tidak memasukkannya ke dalam container tertutup saja. Tapi, Anda juga menciptakan ruangan vacuum di kantong tersebut.

Dengan metode ini, daging dapat bertahan hingga 6 bulan sampai 1 tahun.

Demikian 7 cara menyimpan daging sapi tanpa kulkas agar tetap awet dan dapat bertahan lama. Jadi, tak perlu khawatir dan pusing cari cara bagaimana agar daging tidak cepat busuk. 

Silakan coba sesuai kebutuhan kapan Anda menggunakan daging tersebut. Sementara daging tersebut dalam penyimpanan, Anda dapat minum susu Supergoat untuk mempertahankan nutrisi harian.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Artikel Terkait:

Berlanggaan Gratis!

Dapatkan pemberitahuan artikel menarik dari Supergoat, dengan berlangganan newsletter dibawah ini. Terimakasih :)

Tinggalkan komentar

Ingin Jadi Mitra Kami?

Isi form ini dan kami akan menghubungi Anda.

Pastikan data di atas sudah benar, setelah klik Join Mitra, Anda akan dibawa ke chat WA admin, silakan lanjutkan klik kirim dan jangan hapus pesan.

Form Pemesanan Supergoat

Penting!! Pastikan data di atas sudah benar, setelah klik Pesan Supergoat, Anda akan dibawa ke chat WA admin, silakan lanjutkan klik kirim dan jangan hapus pesan.