fbpx

7 Cara Atasi Futur Saat Ramadhan, Gejala dan Penyebabnya

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Ramadhan bulan bertabur pahala. Jangan biarkan futur mengurangi peluangmu meraihnya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Futur saat Ramadhan mungkin saja terjadi. Meskipun nuansa lebih Islami, godaan untuk  melemahkan semangat beribadah tetap ada.

Bagi Anda yang belum tahu apa itu futur, futur adalah kondisi putusnya semangat beribadah setelah sebelumnya tersambung dengan konsisten.

Pada bulan Ramadhan, futur rentan terjadi saat memasuki pertengahan bulan. Banyak muslim mengalaminya.

Fenomena umumnya tampak dengan berkurangnya barisan shalat berjamaah lima waktu dan tarawih. Keramaian pada awal bulan Ramadhan hilang secara teratur.

Jika Anda kini merasa termasuk golongan futur, segeralah beristighfar dan memperbaiki diri.

Gejala futur saat Ramadhan

Benarkah Anda futur

Anda dapat mendeteksinya dari berbagai tandanya. Gejala futur ketika Ramadhan dicirikan dengan hal-hal berikut:

  1. Terlalu sibuk dengan hal mubah; sepanjang hari, Anda lebih sering menonton TV, bermain game, scroll media sosial, dan sejenisnya.
  2. Menunda ibadah; selalu berpikir bahwa amalan seperti baca Alquran dan salat tarawih bisa dikerjakan nanti. Namun ternyata akhirnya tak dikerjakan sama sekali, atau tak sesuai target.
  3. Malas berkumpul dengan orang soleh; ketika diajak bermajelis untuk urusan agama, Anda cenderung tak nyaman dan menghindar.

Jika salah satu tanda itu melekat pada diri Anda, maka segeralah ketahui penyebab dan solusinya.

Mengapa bisa futur?

Penyebab futur dapat terjawab dari sebuah kisah. 

Suatu hari, ada seseorang yang mengadu pada Imam Hasan Al-Bashri. 

Ia mengaku, sudah melakukan berbagai upaya agar bisa bangun tengah malam untuk shalat tahajud. Namun, kenyataannya, ia tak pernah terbangun.

“Kenapa aku tak juga bangun malam?” tanyanya.

Kala itu, Imam Hasan Al-Bashri menjawab dengan singkat, “Dosalah yang mengikatmu.”

Jelas ya?

Muara dari futur memang kemaksiatan. Baik di bulan Ramadhan maupun lainnya, sebabnya kurang lebih sama.

Futur dalam Islam sebenarnya hal yang wajar. Bahkan generasi sahabat juga merasakan hal sama, meski mereka hidup bersama Rasulullah Saw.

Bagaimanapun, manusia adalah makhluk yang tak lepas dari dosa.

Hal terpenting adalah reaksi seorang muslim ketika mendapati dirinya futur, yakni perasaan gelisah dan berusaha berubah.

إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُو

“Sesungguhnya orang-orang bertakwa kepada Allah, apabila mereka diberi rasa was-was oleh setan dan melakukan dosa, mereka akan segera ingat Allah dan segera tersadarkan” (TQS; Al-Araf:201)

Maka beruntunglah jika Anda kini mau mencari tahu cara bangkit dari futur ketika Ramadhan. Artinya, Anda berada di jalan tepat.

Bagaimana mengatasi futur saat Ramadhan?

Untuk dapat bangkit kembali, ada banyak hal yang dapat Anda tempuh. Tak mudah, namun tak juga sulit.

1. Muhasabah diri

Menghisab diri

Ketika Anda futur namun merasa tak melakukan dosa, cobalah melakukan muhasabah. Hitung dan perhatikan setiap amal yang belakangan ini Anda kerjakan. 

Menyediakan waktu bermuhasabah akan membantu Anda menemukan berbagai hal untuk diperbaiki. Ini persis dengan anjuran Umar bin Khattab ra.

حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا، وَزِنُوها قَبْلَ أَنْ تُوزَنُوا

“Hendaklah kalian meng-hisab diri kalian sebelum kalian di-hisab. Dan, hendaklah kalian menimbang diri kalian sebelum kalian ditimbang.”

Gunakan waktu khusus untuk muhasabah. Misalnya, pada sepertiga malam sebelum sahur atau sekitar 30 menit menjelang terbit matahari.

Yakinlah, Anda akan mampu mendeteksi letak kesalahan. Sekalipun kemaksiatan itu tergolong ‘dosa kecil’, namun tetap perlu Anda sadari.

2. Memohon ampun kepada Allah SWT

Sekalipun Anda tak sadar dengan dosa-dosa, beristighfar adalah kewajiban. 

Dengan memohon ampunan kepada Allah SWT, tanggungan dosa yang tak Anda sadari dapat berkurang.

Tahukah Anda, Rasulullah Saw yang levelnya maksum (terbebas dari dosa) juga sangat sering mengamalkan ini. 

Dalam sebuah riwayat, Beliau bersabda:

“Demi Allah, sesungguhnya aku ber-istighfar kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya lebih dari 70 kali dalam sehari.” (H.R. Bukhori)

Lalu, adakah alasan bagi manusia biasa untuk menyepelekan istighfar?

3. Berdoa agar selalu dekat dengan-Nya

Berdoa Kepada Allah

Bukti keseriusan seorang hamba tatkala menginginkan sesuatu dapat terlihat dari kesungguhannya berdoa. 

Apabila Anda ingin bangkit dari futur, berdoalah untuk hal itu.

Ada beberapa doa yang dapat Anda panjatkan agar ibadah kembali semangat. Salah satunya doa berikut ini:

اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

“Ya Allah, tolonglah aku untuk selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu.”

Dengan mengamalkannya dengan penuh ketundukan pada waktu mustajab, insya Allah bantuan dari Sang Maha Kuasa itu akan tiba.

4. Meminta maaf kepada orang yang pernah tersakiti

Tak semua dosa bisa selesai dengan sekedar memohon ampun kepada Allah SWT. Khusus kesalahan dengan kategori hubungan sesama manusia, Anda perlu menyelesaikannya  langsung untuk meminta maaf.

Bisa jadi, jawaban maaf yang tertunda menyebabkan melemahnya semangat dalam ibadah. 

Dalam hadis, Rasulullah Saw bersabda:

“Siapa yang merasa pernah berbuat aniaya kepada saudaranya, baik berupa kehormatan badan dan harta atau lain-lainnya, hendaknya segera meminta halal dan maafnya sekarang juga, sebelum datang suatu hari yang tiada manfaatnya harta dan dinar atau dirham.” (H.R. Bukhori)

5. Meminta nasihat dari orang bertakwa

Menilai kesalahan diri seringkali menjadi perkara berat. Manusia butuh orang lain sebagai cermin untuk menyibak apa yang tak tampak.

Maka dari itu, Islam menganjurkan antar sesama pemeluknya saling menasihati. 

الْمُؤْمِنُ مِرَآةُ أَخِيْهِ، إِذَا رَأَى فِيْهِ عَيْباً أَصْلَحَهُ

“Seorang mukmin adalah cermin bagi saudaranya. Jika dia melihat suatu aib pada diri saudaranya, maka dia memperbaikinya.” (H.R. Bukhari)

Jika Anda memiliki guru atau sahabat yang saleh, menyengaja datang untuk meminta nasihat akan sangat bermanfaat untuk bangkit dari futur. Baik futur dalam beribadah, maupun futur dalam belajar.

Ingatlah, minta petuah itu bukanlah aib, melainkan kebutuhan untuk tetap berada di jalan kebenaran.

6. Mulai dengan hal kecil

Ketika hati berat melakukan amal soleh besar, jangan batasi diri untuk memulai dari hal kecil.

Kerapuhan iman akibat futur dapat Anda bangun dengan amal-amal yang dianggap kecil. Lama-lama, ia akan seperti susunan batu yang mengokohkan bangunan.

Jika baca Alquran 1 juz per hari terlalu berat, mengapa tak mulai dari 1 lembar? 

Jika menuntut ilmu di masjid terasa sulit, bagaimana dengan menyimak kajian di Youtube?

Jadi, sebenarnya tak ada alasan untuk mulai beribadah.

Ingatlah bahwa Rasulullah Saw mencintai hamba-Nya meski amalnya kecil, asalkan, dilakukan dengan konsisten.

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.” (H.R. Muslim)

7. Berkumpul dengan orang saleh

Berjamaah itu menguatkan. Sebaliknya, memisahkan diri dari kumpulan orang saleh dapat membuat Anda lemah dan mudah termakan rayuan setan.

Maka ketika Anda merasa futur, jangan biarkan larut dalam kesendirian. Paksa diri untuk menghadiri tempat berkumpulnya orang-orang saleh. 

Di dalam majelis yang penuh dengan dzikir dan ilmu, Anda bisa meneguk banyak keberkahan. Anda akan kembali berada pada level tinggi untuk meraih ridha-Nya.

وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَه

“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah dari rumah-rumah Allah untuk membaca Kitabullah dan saling mempelajarinya, melainkan akan turun kepada mereka sakinah (ketenangan), mereka akan dinaungi rahmat, mereka akan dilingkupi para malaikat dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di sisi para makhluk yang dimuliakan di sisi-Nya” (H.R. Muslim)

Biasanya, saat Ramadhan, ada banyak majelis terbuka untuk Anda. Persoalannya, apakah Anda mau datang menghadirinya?

Sempurnakan semangat ibadah dengan asupan bergizi

Bayangkan, apa jadinya jika jiwa Anda sudah bangkit dari futur namun fisik tak sanggup menghidupkan ibadah?

Untuk memenuhi Ramadhan dengan ibadah, Anda juga perlu fisik kuat. Maka dari itu Rasulullah Saw menganjurkan Anda untuk sahur dan berbuka dengan asupan bergizi.

Dengan nutrisi terbaik, imunitas dan stamina akan tetap terjaga. Jadi, Anda dapat beribadah saat terang maupun gelap.

Minum susu kambing etawa dari Supergoat setiap hari akan membantu Anda untuk selesaikan futur saat Ramadhan. Segala kebaikan yang terkandung di dalamnya dapat menunjang semangat ibadah.

Bagaimana, sudah siap kan bangkit dari futur?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Artikel Terkait:

Berlanggaan Gratis!

Dapatkan pemberitahuan artikel menarik dari Supergoat, dengan berlangganan newsletter dibawah ini. Terimakasih :)

Tinggalkan komentar

Ingin Jadi Mitra Kami?

Isi form ini dan kami akan menghubungi Anda.

Pastikan data di atas sudah benar, setelah klik Join Mitra, Anda akan dibawa ke chat WA admin, silakan lanjutkan klik kirim dan jangan hapus pesan.

Form Pemesanan Supergoat

Penting!! Pastikan data di atas sudah benar, setelah klik Pesan Supergoat, Anda akan dibawa ke chat WA admin, silakan lanjutkan klik kirim dan jangan hapus pesan.