fbpx

Jadi Ini Bahaya Gorengan?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Makan gorengan memang enak tapi apakah Anda tahu bahaya dibalik makanan lezat satu ini?

[kkratings]
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Menggoreng merupakan salah satu metode memasak yang umum karena cepat, murah serta cocok untuk berbagai jenis bahan makanan.

Rasa makanan yang gurih dan sensasi kriuk dari makanan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Sayangnya, makanan yang melalui proses penggorengan memiliki kandungan kalori tinggi yang tentunya dapat membahayakan kesehatan kita.

Dengan mengurangi gorengan kita juga turut andil dalam menjaga tubuh kita. Melalui kutipan artikel dari Healthline kami SuperGoat Indonesia akan membagikan informasi tentang bahaya gorengan untuk kesehatan.

Bahaya Kalori Mengancam

bahaya gorengan

Makanan yang melalui proses goreng menghasilkan kandungan lemak dan kalori lebih tinggi daripada makanan yang tidak melalui proses penggorengan, terutama dengan teknik Deep Frying dan biasanya masyarakat akan melumuri makanan dengan adonan tepung sebelum menggoreng.

Proses ini dapat menghilangkan kandungan air dari makanan yang berpotensi untuk menyerap lemak dari minyak yang menyebabkan peningkatan kandungan kalori.

Sebagai contoh satu kentang ukuran kecil (100 gram) mengandung 93 kalori dan 0 gram lemak. Kemudian setelah proses penggorengan kandungan kalori dan lemaknya menjadi 319 kalori dan 17 gram lemak.

Bahaya Gorengan Meningkatkan Risiko Terkena Penyakit

Beberapa penelitian pada orang dewasa menemukan fakta mengejutkan bahwa makanan yang melalui proses penggorengan dapat meningkatkan risiko penyakit kronis.

Penyakit kronis tersebut antara lain dapat terkena penyakit diabetes tipe 2, jantung, dan obesitas.

Bahaya Terhadap Jantung

bahaya gorengan

Tekanan darah tinggi, kolesterol HDL “baik” yang rendah dan obesitas semuanya merupakan faktor risiko penyakit jantung.

Terdapat penelitian yang menemukan fakta bahwa semakin sering orang mengkonsumsi gorengan, maka semakin besar pula risiko terkena penyakit jantung.

Dari hasil penelitian menemukan fakta bahwa wanita yang makan satu atau lebih porsi ikan goreng per minggu memiliki risiko terkena gagal jantung 48% lebih tinggi daripada orang-orang yang mengkonsumsi 1-3 porsi ikan goreng per bulan.

Sedangkan rutin mengkonsumsi ikan panggang, sayur dan buah dapat mengurangi risiko gagal jantung secara signifikan

Risiko Terkena Diabetes

Mengkonsumsi makanan yang melalui proses goreng dapat meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2.

Penelitian membuktikan jika seseorang makan makanan cepat saji lebih dari dua kali per minggu dapat meningkatkan resistensi insulin.

Demikian juga untuk mereka yang mengkonsumsi makanan goreng tujuh kali atau lebih per minggu dapat meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2 sebesar 55%.

Bahaya Gorengan Dapat Meningkatkan Obesitas

bahaya gorengan

Kandungan lemak trans pada makanan yang melalui proses goreng memainkan peran penting dalam penambahan berat badan, karena dapat mempengaruhi hormon yang mengatur nafsu makan dan penyimpanan lemak.

Sebuah penelitian pada monyet menemukan bahwa tanpa tambahan kalori, konsumsi lemak trans secara rutin dapat meningkatkan lemak perut.

Sebuah fakta mengejutkan menemukan bahwa wanita yang melakukan diet selama delapan tahun juga meningkatkan konsumsi lemak trans sebesar 1% .

Sementara itu, peningkatan asupan lemak tak jenuh tunggal maupun ganda tidak terkait dengan penambahan berat badan.

Dari penelitian tersebut menunjukkan hubungan positif antara asupan lemak trans dengan risiko obesitas.

Solusi Alternatif Menggoreng Yang Aman

Dengan mengolah dan menggoreng sendiri serta menggunakan alternatif minyak yang lebih sehat dapat menjadikan solusi untuk anda yang ingin menikmati kelezatan makanan ini.

Pilihan Menyehatkan

Jenis minyak yang berbeda dapat mempengaruhi kandungan dari makanan serta risiko kesehatan pada makanan yang Anda goreng. 

Berikut adalah beberapa jenis minyak sehat yang dapat Anda jadikan alternatif untuk konsumsi sehari-hari:

  1. Minyak Kelapa: Minyak kelapa sangat tahan terhadap panas karena kandungan asam lemak tak jenuhnya sebesar 90%. Faktanya, penelitian membuktikan bahkan setelah delapan jam menggoreng terus menerus, kualitasnya tidak memburuk.
  2. Minyak Zaitun: Minyak zaitun sebagian besar mengandung lemak tak jenuh tunggal, sehingga relatif stabil untuk memasak suhu tinggi. Penelitian membuktikan bahwa minyak zaitun mampu bertahan hingga 24 jam untuk menggoreng sebelum terjadi reaksi oksidasi.
  3. Minyak Alpukat: Komposisi pada minyak ini mirip dengan minyak zaitun yaitu memiliki toleransi panas yang tinggi.

Kurang Menyehatkan

Minyak goreng yang mengandung banyak lemak tak jenuh ganda jauh memiliki toleransi panas yang rendah dan berpotensi menimbulkan reaksi oksidasi

Beberapa minyak yang kurang menyehatkan adalah minyak kedelai, jagung, wijen, bunga matahari maupun minyak nabati

Minyak ini diproses hingga 4% kandungan asam lemaknya adalah lemak trans.

Sayangnya, jenis minyak ini banyak restoran maupun tempat makan lain gunakan, karena harganya lebih murah.

Metode Menggoreng Alternatif

Jika Anda tetap ingin menggoreng berikut alternatif metode menggoreng yang kami berikan antara lain:

Oven Frying: Metode menggunakan oven untuk memanggang makanan pada suhu yang tinggi (450 ° F atau 232 ° C), menjadikan makanan lebih renyah meskipun tanpa minyak

Air Frying: Alat ini beroperasi dengan memanfaatkan udara panas pada makanan. Hasilnya makanan menjadi renyah dan lembut pada bagian dalamnya dengan menggunakan minyak 70–80% lebih sedikit.

Jadi, itulah bahaya gorengan yang dapat berakibat buruk bagi kesehatan. Bagi Anda yang masih sering mengkonsumsi makanan gurih ini bisa mulai Anda kurangi untuk hidup yang lebih sehat

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Artikel Terkait:

Berlanggaan Gratis!

Dapatkan pemberitahuan artikel menarik dari Supergoat, dengan berlangganan newsletter dibawah ini. Terimakasih :)

Tinggalkan komentar

Syarat Klaim GARANSI

susu kambing etawa
  1. Konsumen wajib membeli SuperGoat langsung minimal 8 Box.
  2. konsumen wajib minum SuperGoat 2 sachet per hari secara rutin tanpa putus selama 40 hari.
  3. Konsumen wajib konsumsi air lebih banyak. Misalnya 2 liter per hari maka ditingkatkan menjadi 3 liter per hari. (air yang diminum air hangat).
  4. Konsumen wajib menjaga pola makan sehat sesuai kecukupan gizi.

Apabila minum 8 kotak tidak mendapatkan khasiat, uang akan DIKEMBALIKAN 100%

Ingin Jadi Mitra Kami?

Isi form ini dan kami akan menghubungi Anda.

Pastikan data di atas sudah benar, setelah klik Join Mitra, Anda akan dibawa ke chat WA admin, silakan lanjutkan klik kirim dan jangan hapus pesan.

Form Pemesanan Supergoat

Penting!! Pastikan data di atas sudah benar, setelah klik Pesan Supergoat, Anda akan dibawa ke chat WA admin, silakan lanjutkan klik kirim dan jangan hapus pesan.